Published On: Mon, Apr 11th, 2016

Isak Tangis Hiasi Penggusuran di Pasar Ikan Penjaringan

 

0806409rps20160411-080442780x390

Penggusuran yang awalnya hanya wacana dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kini menjadi kenyataan. Dalam penggusuran di RW 04 Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara pada hari ini, Senin (11 April 2016), Pemprov langsung mengeksekusi ratusan bangunan yang berdiri sejak abad ke-17.

Semua warga yang terkena gusuran kali ini berontak dan menolak keras aksi penggusuran yang diadakan oleh Pemprov tersebut. Alhasil, eksekusi bangunan di Penjaringan diwarnai dengan aksi yang memicu bentrok antara warga dengan aparat.

Seperti yang Berita Benar lansir dari Republika, Senin (11 April 2016), seorang saksi mata, Muslim (26) menjelaskan awal kericuhan itu mulai dari aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Pasar Ikan pada pukul 07.00 WIB. Sejumlah warga berorasi meminta agar Pemprov DKI Jakarta menangguhkan penggusuran. Tapi saat demo berlangsung, aparat yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP, Polri, dan TNI) berusaha menembus kerumunan massa.

Kericuhan pun tidak terelakkan,terlebih lagi ada aktivis yang ikut unjuk rasa di Penjaringan kali ini. Dengan terpaksa, polisi mengamankan Ratna Sarumpaet dan langsung membawanya ke arah Museum Bahari.

Eksekusi dilanjutkan dengan melibatkan delapan unit ekskavator dan sedikitnya empat unit buldoser. Alat-alat berat itu langsung menghancurkan bangunan kios dan rumah warga hingga rata dengan tanah.