Published On: Tue, Apr 12th, 2016

Istri Siyono Sempat Disodorkan Uang Rp. 100 Juta Oleh Densus 88

komisioner-komisi-nasional-ham-siane-indriyani-menunjukan-uang-diberikan-_160411135337-415

Fakta mencengangkan terkait tewasnya terduga teroris Siyono berhasil diungkap oleh Siane Indriyani selaku Komisioner dari Komnas HAM. Menurutnya saat Siyono meninggal dunia, sang istri sempat disodorkan sejumlah uang yang nilainya cukup besar yakni Rp. 100 juta oleh tim Densus 88. Tentunya, fakta yang ditemukan kali ini wajib diketahui oleh masyarakat.

Sang Istri yang bernama Suratmi tersebut diminta untuk menengok Siyono tanpa diinformasikan sebelumnya jika sang terduga teroris tersebut telah meninggal dunia. Setelah Suratmi mengetahui sang suami kaku tak bernyawa, lima wanita anggota Densus 88 tiba-tiba menghampiri dan menyodorkan uang dengan nilai yang sangat besar. Menurut kesaksian Suratmi, alasan kelima anggota Densus 88 memberi uang tersebut adalah untuk biaya pemakaman jenazah Siyono.

Walaupun disodorkan uang dengan jumlah besar, namun Suratmi tetap menolak uang tersebut. Menurut Siane, hingga saat ini Komnas HAM masih belum menemukan sumber dari mana uang tersebut berasal. Tidak sampai disitu saja, pihak Densus 88 juga sempat meminta keluarga Siyono untuk menandatangani surat ikhlas kematian agar jenazah Siyono tidak diautopsi. Seperti yang dilansir Berita Benar dari laman Republika (12/4/2016).

Saat ini Komnas HAM sudah mengantongi hasil autopsi dari jenazah Siyono. Mereka menemukan berbagai luka serius seperti patah tulang iga bagian kiri, tulang dada patah ke arah jantung dan masih banyak yang lainnya. Berbeda dengan versi Kapolri yang menyatakan jika Siyono melawan ketika diamankan, justru hasil autopsi tidak menunjukkan satupun luka defensif yang ditemukan pada jenazah Siyono.