Published On: Thu, Jan 14th, 2016

Jepang Angkat Tangan Dengan Proyek Listrik Indonesia, Cina Ambil Alih

Pemerintah Indonesia terus mengupayakan pembangunan Pengendalian Ketenagalistrikan dengan mengundang semua investor global untuk membuat proyek besar listrik sebesar 35.000 megawatt, tapi nyatanya mayoritas pengerjaan proyek ini dimenangkan perusahaan asal China.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membentuk Unit Percepatan Pembangunan Pengendalian Ketenagalistrikan Nasional (UPK3N) sebagai bentuk untuk melakukan perjanjian jual beli ketenagalistrikan atau power purchase agreement (PPA) sekitar 14.500 MW didominasi perusahaan asal China.

“penentuan investor ini merupakan kewenangan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), baik dalam melakukan lelang maupun penunjukan langsung. Kami belum mengetahui detilnya,” ungkap Agung Wicaksono selaku Anggota UPK3N.

Proyek yang sekarang berada di bawah naungan China mencatat beberapa proyek setrum yang digarap konsorsium yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7 berkapasitas 2 x 1.000 MW. Kemudian pembangkit ekspansi PLTU Cilacap 1×1000 MW, dan PLTU Kalimantan Barat 2 x 100 MW.

“4,2 sen per kilo Watt hour (kWh) diperuntukkan untuk wilayah PLTU Jawa sebanyak 7 area,” tambah Agung.

Agung mengungkapkan bahwa dalam pembangunan proyek ini ternyata banyak investor yang memilih tidak ikut kerjasama. Hal itu dikarenakan persyaratan dalam tender terlalu sulit dipenuhi. Misalnya, dana setoran jaminan yang cukup besar dan peserta tender wajib memasukan penjaminan 45 hari sebelum lelang. Hal itu pula yang membuat perusahaan-perusahaan asal Jepang enggan investasi ketenagalistrikan yang kini digelar oleh PLN.