Published On: Tue, Aug 23rd, 2016

Jika Harga Rokok Naik, Industri dan Tenaga Kerja Dipastikan Merugi!

Johanes Chandra Ekajaya

Belakangan ini, wacana kenaikan harga rokok sudah menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Bagaimana tidak, wacana yang beredar saat ini menyebutkan jika harga rokok akan mengalami kenaikan sebesar Rp. 50 ribu per bungkusnya. Jika wacana ini terealisasi, pasti ada dua pihak yang saling bersinggungan.

Dari segi kesehatan, tentu saja kenaikan harga rokok ini bisa menjadi salah satu cara ampuh untuk mengurangi perokok aktif di Indonesia. Sehingga, masyarakat bisa menjalani hidup lebih sehat tanpa rokok. Namun bagaimana dengan sektor industri dan para pelakunya?

Sudarto selaku Ketua umum Federasi Serikat Pekerja Rokok, tembakau, Makanan dan Minuman mengaku jika wacana tersebut terealisasikan tentunya akan merugikan para industri dan pekerja. Oleh karena itu, Sudarto mengharapkan pemerintah bisa riset dan melakukan pertimbangan terlebih dahulu sebelum menaikan harga rokok menjadi Rp. 50 ribu per bungkusnya.

Menurutnya, kenaikan cukai 11,7 persen saja sudah memicu PHK kepada puluhan ribu tenaga kerja sejak dari tahun 2012 sampai dengan 201. Jika wacana kenaikan rokok Rp. 50 ribu per bungkusnya, ia tidak bisa membayangkan bagaimana dampak besarnya terhadap para pekerja di Industri rokok kali ini. Seperti yang dilansir Berita Benar dari laman Metrotvnews (23/8/2016).

Selain menimbulkan masalah bagi para pekerja di industri rokok, jika wacana tersebut dijalankan maka akan memicu kehadiran rokok ilegal di Indonesia. Menurut Sudarto, saat ini saja rokok ilegal sudah masuk di dan beredar di Indonesia sekitar 11 persen.