Published On: Wed, Nov 11th, 2015

Jokowi Ingin Indonesia Berhenti Impor Premium Dari Luar Negeri

Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana tepat hari ini, Rabu (11 November 2015) meninjau salah satu Perusahaan yang akan di operasikan kembali oleh PT.Pertamiina di Tuban, Jawa Timur.

PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang berdiri dibawah naungan Pertamina sejak September 2015. Jokowi yang diajak oleh Dwi Soetjipto selaku Direktur Utama PT Pertamina singgah ke tempat pengolahan bensin tersebut. Di tempat inilah pengolahan bensin jenis premium dibuat. Pengolahan itu dimulai dari mode operasi hingga pola perencanaan bahan baku untuk TPPI.

Semua perencanaan untuk pengadaan bahan baku sudah dilakukaan sebelum kilang beroperasi. Untuk mengembangkan proyek ini, pihak Pertamina akan membuat perluasan lahan untuk TPPI dengan menggunakan lahan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Untuk melakukan semua pengadaan bahan baku, nantinya kita akan meminta lahan KLHK seluas 340 hektare. Saat ini Pertamina hanya punya 64 hekatre,” ucap Dwi.

Jokowi menilai dengan adanya pengolahan premium yang dipasok langsung dari lokal,maka hal ini dapat mengurangi impor premium sebesar 20 persen atau 61 ribu barel per harinya. Jika harga gasoline USD60 per barel, maka penghematan devisa bisa mencapai USD2,1 miliar per tahun.

“Dengan adanya pengolahan seperti ini di Indonesia, tentunya sangat hemat. Kalau bisa semua bensin di produksi kita sendiri,”ujar jokowi.

Untuk merealisasikan pengoperasian TPPI sebenarnya sudah diterima Pertamina pada pertengahan September 2015 dengan target operasi pada awal Oktober 2015 dan mode mogas. Untuk operasi yang dilakukan pada bulan Oktober, pengadaan bahan baku TPPI dilakukan dengan mengalihkan kondensat dari kilang Pertamina.

Kondisi tersebut membuat kapasitas TPPI pada Oktober-November 2015 sebesar 70-80 persen. Pertamina sendiri merencanakan kapasitas operasi TPPI pada Desember mencapai 100 persen ditahun ini.