Published On: Fri, Mar 4th, 2016

Jokowi Minta Sanksi PSSI Dicabut!

Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memberikan sebuah perintah kepada Menpora untuk mencabut keputusan pemberian sanksi kepada PSSI. Hal ini disampaikan oleh Jokowi kepada Imam Nahrawi untuk mengkaji ulang atas pembekuan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap PSSI. Melihat hal ini, Riyandi Ramadana pun turut angkat biacara mengenai keputusan pengkajian ulang atas pembekuan PSSI tersebut. Ia mengungkapkan jika memang PSSI akan dijalankan kembali, harus ada syarat-syarat penting dan menginginkan semua pihak untuk melakukan introspeksi atas keputusan pencabutan sanksi tersebut.

Pemain yang pernah merumput di Persipasi Bandung Raya yang saat ini berada di Madura United tersebut mengungkapkan bahwa ia sangat senang sebenarnya dengan perintah untuk pencabutan sanksi terhadap PSSI tersebut. Akan tetapi Riyandi juga mengungkapkan bahwa jika memang PSSI nanti sudah tidak dibekukan lagi, itu bukanlah semua penantian yang berakhir begitu saja. Masih banyak yang perlu diperbaiki di badan hukum sepak bola yang ada di Indonesia ini.

Hal ini ditujukan kepada Pemerintah khususnya Kemenpora dan PSSI yang memang sebelumnya terlihat memiliki perbedaan dan percekcokan. Keduanya harus saling intospeksi terlebih dahulu jika memang sanksi ini nanti akan dicabut. Sebab selama ini sudah terlihat jelas sekali, dimana setiap pemain, perangkat tim seperti pelatih hingga pembantu umum dari sebuah tim selalu menjadi korban kesemena-menaan dari badan yang membawahi mereka semua.

Riyandi mengungkapkan kepada Johanes Chandra Ekajaya selaku wartawan lapangan dari Berita Benar, pada hari Kamis 25 Februari 2016 yang lalu bahwa ia memang sudah mendengar rencana pemerintah untuk mencabut hukuman yang diberikan kepada PSSI tersebut melalui Presiden Joko Widodo. Sebagai seorang pesepak bola tentu saja ia merasa senang sekali mendengar kabar yang beredar tersebut. Namun selain itu ia juga mengungkapkan, bahwa keduanya sebenarnya harus saling berkaca pada diri sendiri, baik itu PSSI ataupun Kemenpora, agar hal yang seperti ini tidak perlu terjadi lagi di masa yang akan datang.

Selama ini sebenarnya sudah terlihat jelas sekali apa saja kerugian yang didapatkan dari pembekuan PSSI tersebut. Selain mendapatkan sanksi dari Kemenpora, PSSI juga mendapatkan sanksi dari FIFA sehingga berbuntut tidak dapatnya para pemain kita untuk merumput di ajang Internasional seperti Asia Games dan Seagames. Bukan hanya itu saja, para pemain juga masih menerima dampak buruk dari semua itu, dimana mereka kerap kali tidak mendapatkan hak yang seharusnya mereka terima, seperti gaji yang sering menunggak, kontrak yang tidak jelas, dan masih banyak lagi lainnya.

Menanggapi hal ini, Johanes Chandra Ekajaya juga mengungkapkan bahwa para pemain sepertinya harus lebih berhati-hati jika memang nanti PSSI memang sudah tidak dibekukan. Terlebih mereka harus banyak belajar dari banyaknya kasus yang pernah terjadi di negara ini. Mereka harus belajar banyak dari berbagai kasus yang menimpa hal tersebut, apalagi kompetisi akan terlebih dahulu bergulir sebelum PSSI nanti memang benar-benar akan berjalan kembali.

Pada saat nanti setiap pemain akan bergabung kembali dengan klub-klub yang dahulu pernah ada dan sekarang akan diadakan kembali, maka setiap pemain dan pelatih harus tahu menahu dan mendalami mengenai kontrak yang akan diberikan. Jika diperlukan, pemain membawa agen atau perwakilan saat penanda-tanganan kontrak. Jadi pemain bisa berkonsultasi terlebih dahulu sebelum tanda-tangan tersebut dikeluarkan. Jadi pada akhirnya tidak ada yang dirugikan dengan adanya kontrak tersebut.