Published On: Fri, Oct 9th, 2015

Kabut Asap Tak Kunjung Mereda, Sebagian Warga Jambi Pindah Ke Pulau Jawa

Beberapa kota di pulau Sumatra sudah mulai tidak layak untuk dihuni akibat bencana kabut asap yang terjadi selama 2 bulan belakangan ini. Selain mengganggu jalannya aktifitas sehari-hari, kabut asap ini juga menimbulkan resiko penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) terhadap masyarakat.

Merasa terganggu dan khawatir terhadap dampak kesehatan karena bencana asap ini, sebagian warga yang berasal dari Jambi pun akhirnya memutuskan untuk pindah sementara ke beberapa kota di pulau Jawa agar terhindar dari bahaya penyakit ISPA. Salah satu warga yang saat ini mengungsi ke pulau jawa adalah salah satu pegai negeri sipil pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur bernama Suratman.

Seperti yang dilansir Berita Benar dari laman Liputan6 (9/10/2015), Suratman mengakui sangat khawatir terhadap istri dan ketiga anaknya jika sampai saat ini masih menetap di Jambi. Menurutnya, lebih baik pindah sementara daripada harus menghirup kabut asap yang dapat membahayakan keselamat keluarganya. Saat ini, Suratman bersama keluarga pun menetap sementara di rumah orang tuanya yang terletak di Sragen, Jawa Tengah sampai kondisi asap di Jambi sudah membaik.

Selain Suratman, salah satu warga Jambi lainnya pun mengambil langkah yang sama. Dede yang merupakan warga asal provinsi tersebut menungsikan anak-anaknya yang masih balita ke Bekasi, Jawa Barat. Dengan alasan yang tidak jauh berbeda dengan suratman, ia mengaku berat meninggalkan anak-anaknya.

Sebenarnya keputusan yang diambil oleh sebagian warga ini merupakan langkah yang sangat tepat. Sebab, belum lama ini ada sebuah kabar yang menginformasikan bahwa ada seorang bayi yang harus kehilangan nyawanya karena musibah kabut asap. Bayi yang diketahui bernama Muhammad Husi Sahputra ini meninggal dunia dikarenakan mengalami infeksi saluiran pernapasan akut.

Selain itu, menurut catatan yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, saat ini jumlah pasien yang menderita penyakit ISPA meningkat dari sebelumnya 26.462 orang menjadi 32.860 orang. Jumlah pasien yang ada saat ini diprediksi akan terus mengalami peningkatan.

<fjr>