Published On: Wed, Feb 22nd, 2017

Kakek Spesialis Pencurian Sepeda

BERITABENAR-SENTOT Slamet Riyadi bisa disebut sudah malang melintang di dunia kriminaL Lima kali dia keluar-masuk penjara Undak kejahatannya konsisten: mencuri sepeda angin Pria 56 tahun itu beralasan, mencuri sepeda adalah yang paling gampang dilakukan. “Jualnya cepat. Laku Rp 200 ribu buat makan aja” bebernya di Mapolsek Simokerto kemarin (21/2).

Sepeda yang digondol dijual di tempat yang sama, yakni Pasar Loak Gembong. Di sana, dia tinggal menawarkannya kepada pedagang-pedagang. Mereka yang berminat juga tidak pernah menanyakan asal sepeda tersebut. Yang penting sama-sama untung, deaR Hanya, selain gampang mengeksekusinya, ternyata gampang pula bagi Sentot untuk masuk bui. Sentot kembali ke penjara setelah mencuri sepeda angin di Jalan Granting. Dengan santainya dia menggasak sepeda itu. “Tinggal mancalaja. Mas. Wong sepedanya juga nggak digembok,” ucap Sentot yang bicara dengan gagap.

Namun, belum jauh sepeda dikayuh, kakek tiga cucu tersebut tepergok. Saat ketahuan, dia juga tidak berusaha kabur atau melawan. Maklum, fisiknya sudah tak mumpuni untuk lari. Alhasil, dia digelandang ke kantor polisi. Nah, Sentot seolah bereuni di kantor polisi. Dia bertemu dengan polisi yang pernah membekuknya. “Lima kali masuk sini (tahanan Mapolsek Simokerto, Red). Ya, yang nyidik tetap sama,” ucap Kanitreskrim Polsek Simokerto AKP Nadiar Rahman.

Sentot cuma bisa cengengesan Tetapi, dia juga berusaha menahan malu. Dia mengaku kepepet lantaran membutuhkan uang untuk makan. “Sakjane nggih bosen, Pak Isin ketemu bapak-bapak polisi maneh’ ucap warga Sidotopo Wetan m tersebut.