Published On: Mon, Nov 2nd, 2015

Kapolri Siap Penjarakan Netizen Penyebar Kebencian di Media Sosial!

Kapolri Badrodin Haiti sepertinya sudah mulai serius dalam mengatur ganasnya media sosial saat ini. Sudah tidak asing lagi, saat ini media sosial sering kali di manfaatkan oleh para oknum tidak bertanggung jawab untuk memicu sebah konflik dengan cara menyebarkan bahasan-bahasan yang mengandung kebencian.

Oleh karena itu, untuk menangani hal tersebut, Kapolri merilis surat edaran yang bertujuan untuk mengatur penggunaan media sosial agar tidak menjadi sarana untuk menebar kebencian. Dalam surat edaran dengan nomor SE/6/X/2015 tertulis jika setiap orang yang sengaja menunjukan kebencian dan juga diskriminasi terhadap ras dan juga etnis tertentu, maka orang tersebut akan diancam pidana hukuman selama 5 tahun atau denda maksimal lima ratus juta rupiah. Selain itu, bagi para penyebar fitnah dan juga berita bohong di media sosial juga akan terancam hukuman selama enam tahun dan juga denda sebanyak satu miliar.

yohanes chandra ekajaya

Menanggapi hal ini, Nasir Djamil selaku Anggota Komisi II DPR mendukung keseriusan Kapolri untuk mengatur kebebasan sosial media. Ia juga menyarankan agar surat edaran tersebut di sosialisasikan secara masif agar masyarakat luas paham akan pernyataan mana yang termasuk dalam penyebaran kebencian.

Sebelum munculnya surat edaran ini, tindakan tegas yang dilakukan oleh Badrodin Haiti juga pernah diperlihatkan dalam penangan isu beras plastik yang sempat heboh beberapa waktu yang lalu. Ia dengan sigap menyatakan akan memberikan hukaman penjara hingga lima tahun terhadap penyebar isu beras plastik.

<fjr>