Published On: Thu, Oct 22nd, 2015

Karena Asap, 1 Bulan Penuh Pernerbangan di Sampit Lumpuh

Hingga saat ini, telah tercatat total 200 penerbangan yang telah terjadwal di Bandara H. Asan Sampit, Kalimantan Tengah dibatalkan karena kabut asap yang menimpa kota tersebut.

Hingga saat ini juga Kepala Teknik Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat Bandara H. Asan Sampit, Rudi Catur Wijarnarko mengatakan bahwa pihaknya masih belum bisa memastikan kapan penerbangan ini akan dibuka kembali.

”Sampai kini belum ada perkembangan cuaca yang menunjukkan perbaikan. Sehingga kami pun tak bisa memastikan kapan penerbangan bisa berjalan normal,” ungkap Rudi, seperti yang dilansir pada laman Radar Sampit, (Kamis, 22 Oktober 2015).

Bandara yang terletak di tengah Pulau Kalimantan tersebut menjadi lumpuh total satu bulan penuh karena perkembangan cuaca yang sama sekali tidak mengarah ke arah yang lebih baik. Sebelumnya penerbangan di bandara tersebut selalu melayani 7 penerbangan setiap harinya.

Jarak pandang di langit Kalimantan Tengah saat ini rata-rata masih di bawah 1.000 meter. Sedangkan seperti yang diketahui, jarak pandang aman untuk suatu penerbangan harus berjarak minimal 2.200 meter.

Bandara saat ini terbilang sangat sepi sekali dan tidak ada aktivitas sama sekali. Para pengunjung yang biasanya datang untuk melihat-lihat jadwal penerbangan pun tak terlihat sama sekali. Bandara H. Asan Sampit ini adalah yang terparah dibandingkan dengan Bandara yang ada didekatnya. Meskipun masih satu Kalimantan Tengah, namun Bandara Pangkalan Bun ataupun Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya setidaknya masih ada penerbangan yang beroperasi, walau juga tak menentu.

Selain dua bandara tersebut, ada satu bandara rekomendasi yang masih dapat digunakan untuk bepergian dengan menggunakan pesawat, yaitu Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Bandara ini adalah bandara yang masih aktif dan berdekatan dengan Kalimantan Tengah. <bms>