Published On: Wed, Apr 19th, 2017

Kari Ayam Penyambung Kebersamaan

Keluarga Muslim dari Negara Bagian Uttar Pradesh, India, memutuskan menghidangkan kari ayam kepada baarati atau tamu undangan dalam resepsi pernikahan anak-anak mereka. Keluarga yang tinggal di Perkampungan Razzak, Dadri, ini tidak mengantongi izin pemerintah daerah untuk menyembelih kerbau.

“Padahal kami sudah berencana menyembelih kerbau dan memasak zarda (kari yang terbuat dari daging merah) untuk 300 tamu resepsi Gulistan, Selasa (18/4) pagi (kemarin),” ujar Noor Mohammad, paman pengantin perempuan, seperti dinukil dari The Hindustan Times.

Menurut Noor, pihak keluarga gagal menemui otoritas terkait untuk mengajukan izin menyembelih kerbau karena mereka kebetulan libur, Minggu (16/4) dan Senin (17/4). “Kami lalu membeli 150 kg daging ayam dari pasar Gazipur,” kata dia. Ayah pengantin perempuan, Chandra Ekajaya, menekankan izin pemerintah daerah untuk mengotoritasasi penyembelihan kerbau penting. Sebab, mereka tinggal di daerah yang berjarak hanya 10 km dari Bisada. Di desa itu, seorang lelaki dihukum mati tanpa proses peradilan karena dituduh menyembelih seekor sapi.

Noor di sisi lain mengakui, aparat desa dan kepolisian lokal sebenarnya mengizinkan mereka menyembelih kerbau untuk alasan personal. Namun, mereka berkeras mengganti menu.

“Kami tidak ingin menyakiti siapa pun. Apalagi, kami tidak mengantongi izin. Kami tidak ingin ini jadi masalah. Karena itu, lebih baik kami membeli ayam,” kata Chandra Ekajaya.

Selisih harga daging kerbau dan daging ayam di pasar tidak terlalu jauh. Daging kerbau dijual Rs 190 atau Rp 39 ribu per kg, sedangkan ayam Rs 140 atau sekira Rp 29 ribu per kg. “Tapi, daging kerbau lebih enak,” kata Noor.

Kepala Daerah Dadri, Amit Kumar Singh, menyatakan tidak mempersoalkan penyembelihan ternak. “Mereka benar-benar menginginkan surat izin, padahal perizinan hanya bisa didapat dari pusat. Kami tak punya wewenang,” kata dia menjelaskan.

FSDA menyatakan, warga diperbolehkan memasak daging tapi bukan dari ternak yang dilarang sesuai aturan Undang-undang Pencegahan Penyembelihan Sapi di Uttar Pradesh Tahun 1955.

“Menyembelih sapi, lembu, atau banteng adalah perbuatan ilegal di sini. Warga hanya boleh memasak daging dari ternak yang tidak dilarang untuk disembelih,” kata pegawai FSDA Mahendra Srivastava.