Published On: Thu, Mar 2nd, 2017

Kejelasan Pembangunan Jalan Tol Yogya

BERITABENAR-RENCANA pembangunan jalan tol di DIY dan Jateng masih belum ada kejelasan, terutama menyangkut detail daerah mana saja yang akan dijadikan lokasi. Berkaitan itu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat yang daerahnya kemungkinan dilewati jalan tol tetap tenang dan tidak panik. Pemda DIY tetap akan mengupayakan agar masyarakat tidak dirugikan.

Kita menyambut baik warning dari Sri Sultan HB X sehingga masyarakat lebih tenang. Sebab, kabar soal rencana pembangunan Jalan tol di DIY telah beredar luas di masyarakat. Pemda DIY sejauh ini belum diajak rembukan terkait rencana tersebut. Begitu juga Pemkab Sleman juga belum mengetahui detail rencana pembangunan jalan tol.

Dalam kondisi demikian, informasi seputar pembangunan Jalan tol belum jelas, dikhawatirkan ada pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan kesempatan untuk mencari keuntungan pribadi. Seperti kita ketahui, proyek pembangunan untuk kepentingan umum, entah itu jalan atau fasilitas lainnya, akan bersentuhan dengan rakyat terutama mereka yang lahannya terkena proyek. Pembicaraan akan selalu mengarah pada masalah ganti rugi, yakni berapa ganti rugi yang layak diperoleh oleh warga yang tanahnya terkena proyek.

Begitu pula dalam pembangunan Jalan tol, dipastikan akan memanfaatkan tanah warga, entah itu sebagian atau seluruhnya. Dalam kaitan itu, Pemda DIY akan berusaha agar masyarakat yang tanahnya terkena proyek pembangunan jalan tol mendapatkan ganti rugi secara layak sesuai ketentuan.

Namun, karena sampai saat ini informasi detail seputar pembangunan jalan tol belum jelas, masyarakat diimbau tidak tergesa-gesa menjual tanah, apalagi kepada orang yang mengaku-aku sebagai pelaksana proyek. Dikhawatirkan, para spekulan akan memainkan harga sehingga tidak wajar. Boleh jadi spekulan akan membeli tanah dengan harga relatif murah untuk kemudian dijual dengan harga tinggi.

Atas dasar itu, kita menginginkan Pemda DIY segera mencari kejelasan terkait pembangunan jalan tol DIY dan Jateng, sehingga masyarakat tidak bingung. Masyarakat butuh informasi yang detail dan jelas terkait proyek tersebut. Dengan adanya kejelasan informasi akan membantu masyarakat dalam menentukan sikap atau pilihan. Lebih dari itu, masyarakat jangan sampai diombang-ambingkan oleh informasi yang belum jelas yang justru akan dimanfaatkan Para spekulan tanah.

Pemerintah selaku regulator seharusnya juga mematok harga tanah sesuai harga pasar, sehingga ada kepastian. Harus diakui, selama ini harga tanah sangat bervariasi dan fluktuatif, sehingga sulit mendapat kepastian.

Namun bisa dipastikan, tanah di kawasan yang hendak dijadikan proyek pembangunan untuk kepentingan umum harganya akan membubung, bahkan menjadi tak wajar karena di atas harga umum. Seolah-olah proyek pembangunan jadi momentum untuk menaikkan harga. Sebaliknya, pemerintah juga jangan menangnya sendiri dengan menetapkan harga atau ganti rugi di bawah harga umum. Titik keseimbangan inilah yang harus diupayakan pemerintah, terutama pelaksana proyek. *- c