Published On: Fri, Dec 11th, 2015

Kemenhub Ubah Rute Kereta Ekspres Bandara Soekarno Hatta-Halim

Rute kereta api ekspres bandara Soekarno Hatta (Soetta)-Halim, kini berubah menjadi PerdanakusumaH menjadi Soetta-Kota. Pengubahan trase atau rute itu langsung dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Alasan pembatalan rute itu dikarenakan besaran dukungan pendanaan atau viagibility gap fund /VGF) dari pemerintah terlalu besar dari total nilai proyek sekitar Rp 24 triliun.

“Ignasius Jonan yang merupakan Menteri Perhubungan (Menhub) sudah melayangkan surat kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro pada 28 Oktober 2015 tentang perubahan rute kereta bandara ekspres dari Soetta-Halim. Dalam proyek ini, Kemenhub bertindak selaku PJPK (Penanggungjawab Proyek Kerjasama). Mengenai perkembangan perubahan rute tersebut, Kemenhub selaku PJPK melakukan penyesuaian atas jalurnya yang sebelumnya Soetta-Manggarai-Halim menjadi ke Soetta-Kota lewat jalur Pluit. Itu berdasarkan surat yang diterima Kemenkeu,” ujar Darwin Trisna Djajawinata selaku Direktur PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Untuk lebih jelasnya, Darwin juga mengungkapkan alasan lain untuk perubahan trase itu karena nilai VGF yang diajukan oleh SMI cukup besar dari total kebutuhan investasi Rp 24 triliun. Dalam ketentuan, porsi share pemerintah pusat atau VGF sebesar 49 persen.

Selain itu, perubahan bukan hanya pada jalur, oleh karena itu Kemenhub akan mencari skema proyek dari murni Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) menjadi pemerintah ikut berkontribusi membangun sebagian jaringan rel kereta api melalui pagu anggaran Kemenhub. Sementara untuk pembelian rolling stock dan pengoperasiannya akan dikerjasamakan dengan swasta.

Menurut Darwin, dengan adanya perubahan jalur kereta ini maka nilai investasinya menurun signifikan dari Rp 24 triliun mengingat ada pengurangan jalur dan jumlah stasiun. Trase Soetta-Kota ke depan bisa terintegrasi dengan transportasi massa lain, seperti LRT dan sebagainya. “Sudah bukan Rp 24 triliun lagi, karena kan alignment dan jumlah stasiun berkurang,” ucapnya.

Untuk kepastiannya, Kemenhub akan mengkaji ulang proyek kereta bandara ekspress dengan rute Soetta-Kota. Sementara SMI telah merampungkan FS dari Soetta-Manggarai. Sayang, Darwin belum mengetahui kapan proyek tersebut bakal selesai dan bisa beroperasi dengan perubahan jalur.