Published On: Fri, Oct 23rd, 2015

Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Sisakan 3.000 Hektare Tanah Untuk Kota Baru Di Bandung

Proyek pembangunan kereta api cepat dengan trayek Jakarta-Bandung merupakan rencana terbaru dari wacana pemerintah di tahun ini. Dengan adanya kereta cepat ini diharapkan ada pertumbuhan kota baru disepanjang perlintasan yang akan dilewati oleh kereta tersebut.

Daerah yang akan menjadi sebuah kota baru disepanjang perlintasan nanti diantaranya yaitu Walini, di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Oleh karena itu, tata ruang harus segera dipersipakan dan perlu diadakannya kooordinasi dengan pemerintah daerah.

“Sepanjang perlintasan kereta api cepat nanti, pastinya akan menumbuhkan sebuah peluang ekonomi baru dengan adanya ruang kota baru. Dengan begitu tata letak kota pasti berubah. Untuk resapan air pun pasti akan berkurang dan akan berubah menjadi ruang kota. Dengan demikian, penataan kembali tata ruang letak harus komperhensif karena adanya kota baru maka berubah pula struktur tata letak dan ruang,” ungkap Hendricus Andy Simarmata selaku pengamat tata ruang.

Ahmad Heryawan selaku Gubernur Provinsi Jawa Barat menyatakan bahwa untuk pembangunan kota baru Walini ini nantinya akan menjadi sebuah kota yang strategis karena nanti pemerintah akan membangun sebuah pabrik perakitan kerata api cepat didaerah tersebut. Dari sinilah maka akan terbentuk sebuah akselator yang akan menciptakan kota mandiri yang dirancang langsung oleh BUMN dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Pabrik yanga kan dibangun didaerah tersebut yaitu ada PT Industri Kereta Api (Inka) dan PT Len Industri merakit sekaligus menyerap ilmu dari perusahaan patungan pengelola, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). KCIC diproyeksikan mengelola kereta cepat di Asean dan Timur Tengah.

Kota baru yang dinamai kota Walini ini nantinya akan memiliki luas tanah seluas 3 ribu hektare, tepatnya di Desa Maswati, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Di kawasan tersebut akan terdapat perumahan, pusat bisnis, pusat pemerintahan, dan Kampung Asia Afrika. Lahan untuk kota baru tersebut milik PT Perkebunan Nusantara VIII, rencananya dioptimalkan lahan tidak produktif milik perusahana negara itu.

untuk membangun kota baru ini tentunya sesuai dengan peraturan yang ada, yaitu sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Barat Nomor 2 tahun 2012 dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)Tahun 2009. Selain itu, nantinya di Walini ini juga akan ada sebuah pusat pendidikan yang akan menyemarakkan fungsi kota yaitu akan didirikannya Institut Teknologi Bandung mendirikan kampus baru yang direncanakan sebagai Green Techno-Art Campus.