Published On: Mon, Mar 6th, 2017

Pendapatan Taspen Ditekan oleh Klaim Asuransi

BERITABENAR-Taspen (Persero) membukukan penurunan pendapatan sepanjang tahun 2016 lalu. Berdasarkan public expose atau paparan keuangan pada Sabtu (4/3) di Hotel Rancam-aya Bogor, laba bersih turun 57.22% menjadi Rp247.25 miliar pada 2016 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya vang mencapai Rp577.90 miliar.

Iqbal Latanro. Direktur Utama FT Taspen mengatakan. penurunan ini disebabkan lonjakan klaim asuransi. Adapun hingga Desember 2016. perusahaan telah membayar klaim jaminan kecelakaan keija (JKK) dan jaminan kematian (JKM) masing-masing senilai Rp8.12 miliar dan Rp752.07 miliar.

Pembayaran manfaat THT pun turut menekan kineija perseroan. Tercatat, per Desember 2016. pembayaran manfaat THT tumbuh 65.78% menjadi Rp7.10 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp4.28 triliun.

Menurut !qbal. peningkatan tersebut terjadi seiring bertambahnya jumlah peserta yang mencapai Batas Usia Pensiun (BUP). Pasalnya, per-serta yang tertunda pensiunnya di tahun 2014. sesuai UU No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara telah jatuh tempo di tahun 2016.
Guna memperbaiki kineija. perseroan bakal meng-usulkan revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 70 Tahun 2015 terkait besaran premi. “Beban klaim kita meningkat karena tingkat kematian tinggi. Namun kenaikan premi kematian belum terjadi.” kata lqbal.

Dia optimistis pemerintah bakal melakukan evaluasi untuk menentukan besaran premi JKM. Selain itu. perusahaan juga bakal lebih agresif melakukan strategi investasi.

Meski pendapatan hasil usaha terkoreksi, dari sisi aset. PT Taspen mencatatkan peningkatan kinerja. Per 31 Desember 2016. total aset investasi perseroan tercatat sebesar Rp 167.35 triliun atau tumbuh 17.58% dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp 142.32 triliun.
Adapun komposisi aset terbesar terdapat pada obligasi, suku dan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) senilai Rpl24.28 triliun, deposito Rp28.28 triliun. serta reksadana dan saham senilai Rp 14.79 triliun.