Published On: Thu, Mar 2nd, 2017

Koarmatim Gelar Latihan Pengamanan Kawasan Perbatasan

BERITABENAR-Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) akan meningkatkan keamanan di kawasan perbatasan. Salah satu derah yang rawan adalah perbatasan langsung dengan Australia dan Republik Demokratik Timur Leste (RDTL).

Panglima Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto mengatakan, daerah tersebut rawan adanya illegal fishing, perompakan, pembajakan, illegal logging, penyelundupan hingga persebaran narkoba dari laut dan beberapa hal-hal yang tidak diinginkan lainya.

“Untuk mengantisipasi dan menekan hal tersebut, perlu adanya keamanan ekstra di wilayah perbatasan,” ujar Laksda Darwanto, usai menyampaikan paparan persiapan Latihan Pra Tugas (Latpratugas) diha-dapan puluhan prajurit di Pusat Latihan Kapal Perang (Pus-latkaprang), Rabu (1/3) siang.

Perwira tinggi dengan dua bintang di pundak itu juga mengatakan, dukungan dari beberapa Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutista) juga diperlukan, untuk menyukseskan latihan pengamanan ini.

“Karena di laut tanpa alut-sista tidak ada gunanya. Dalam latihan pengamanan ini nantinya kita kerahkan tiga Kapal Republik Indonesia (KRI),” ucapannya. Sejauh ini Pangarmatim belum menentukan tiga KRI yang turut diserahkan dalam latihan yang dimulai, 1-15 Maret di perbatasan Australia dan RDTL.

Selain itu, Koarmatim juga mengerahkan beberapa pesawat udara dan satelit dalam latihan pengamanan tersebut. Meski dalam hal ini Alutista yang dimiliki TNI AL masih kurang banyak untuk melakukan pengamanan laut.

“Perwira yang akan mengikuti latihan pengamanan ini harus memilki kreatifitas tinggi agar nantinya bisa menegakkan hukum kedaulatan laut dengan tepat. Agar wliayah-wilayah dilaut tetap terjaga dengan aman,” terang perwira kelahiran Rangkasitung, Banten itu.

Sebelum terjuan ke medan pengamanan perbatasan, para prajurit Koarmatim akan diberikan beberapa latihan. Seperti hakanya tactical floor game (TFG), tactical game (TG) atau simulasi taktik dan beberapa bekal-bekal latihan lainnya.

“Yang paling penting adalah pengetahuan mengenai batas-batas wilayah hukum dan situasi di medan perbatasan. Kalau tidak mengerti terkait hak itu pengaman terasa sia-sia,” pungkas Laksda Darwanto.

(yaz/rif)

Fotocaption:
BERI PENGARAHAN: Pangarmatim, Laksda TNI Darwanto (kanan), setelah memberikan pengarahan kepada prajurit TNI AL yang akan mengikuti pelatihan pengamanan wilayah perbatasan, di Puslatkaprang, Koarmatim, Surabaya, Rabu (1/3).