Published On: Wed, Sep 30th, 2015

Kominfo Canangkan Indonesia Anti ‘Gaptek’ Tahun 2018 Mendatang!

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) akan membangun sebuah proyek kabel serat optik Palapa Ring di kabupaten di Indonesia. Dari data yang tercatat, Kemkominfo setidaknya akan menargetkan proyek ini untuk 560 kabupaten/kota yang sudah terhubung dengan broadband.

Proyek besar itu akan berlangsung 2018 mendatang. Palapa Ring digamang-gamang akan menjadi sebuah proyek unggulan untuk menghubungkan kabupaten dan kota dengan layanan telekomunikasi yang memadai, khususnya untuk sarana berinternet.

Rudiantara selaku menteri Kominfo mengatakan bahwa diantara 560 kabupaten atau kota yang saat ini tercatat akan menjadi bagian dari proyek Palapa, masih ada sekitar 100 kabupaten atau kota yang belum mendapatkan akses Internet Broadband. Darisitulah Kominfo akan memaksimalisasi proyek ini agar semua kabupaten memiliki akses secepatnya.

Untuk Wilayah Indonesia Timur, seperti Papua, Kominfo akan melihat kletak geografis wilayah tersebut. Kominfo akan membagi rata untuk akses Internet, karena teknologi akan selalu terbuka untuk kawasan Timur dan tetap akan gunakan kabel serat optik berkapasitas tinggi.

Mekanisme pembangunan akan terbagi menjadi lima paket untuk wilayah Indonesia barat dengan bentangan serat optik di laut sepanjang 1.122 kilometer. Selanjutnya, 17 paket di wilayah Tengah dengan panjang bentangan serat optik 1.676 kilometer di laut dan darat. Terakhir, 35 paket untuk wilayah Timur dengan serat optik yang membentang sepanjang 5.681 kilometer di darat dan laut.

Proyek ini memboyong tiga perusahaan telekomunikasi besar, diantaranya yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata. Diharapkan tiga perusahaan itu bisa menjangkau jaringan sampai ke pelosok negeri. Tapi sayangnya, tidak semua wilayah akan dicakup oleh operator karena ada kendala keuangan.

Palapa Ring ini akan menjadis sebuah program Rencana Pitalebar Indonesia 2014-2019, ditargetkan bisa menyalurkan layanan Internet ke konsumen dengan kecepatan 10 Mbps ke pedesaan dan 20 Mbps di perkotaan. Tujuan diadakannya proyek ini tentunya agar tak ada lagi kesenjangan tarif Internet di Indonesia timur mengingat tarif di sana bisa dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan di Jakarta.

<ncs>