Published On: Fri, Feb 24th, 2017

Kritik Fahmi Hamzah untuk Presiden Jokowi

BERITABENAR-Pidato politik Presiden Jokowi di acara pelantikan pengurus DPP Hanura, kemarin, dikritik oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Politisi PKS itu menilai, demokrasi di Indonesia sudah kebablasan yang disebut Jokowi adalah sebuah kekeliruan.

“Presiden pidatonya keliru, yang membuat pidato harus memahami lebih dalam soal konsep-konsep dasar dari demokrasi. Demokrasi jangan disalahkan, ini dapatnya berdarah-darah,” ujar Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Se-nayan, Jakarta (23/2).

Menurut Fahri, kalimat ‘demokrasi kebablasan’ tidak ada dalam kamus.

Yang kebablasan kata Fahri, adalah sisi dari demokrasi itu sendiri, yaitu kebebasan dan hukum.

“Yang bisa kebablasan itu adalah sisi mata uang demokrasi, yaitu kebebasan atau hukum. Yang bisa kebablasan itu adalah kebebasan. Muncul istilah kebebasan sudah kebablasan, itu boleh,” jelasnya.

“Atau sisi lain dari demokrasi itu hukum atau regulasi sehingga banyak yang katakan ini over regulated, masyarakatnya terkunci, tak kreatif,” sambungnya.

Agar tak ada yang kebablasan, Fahri menyebut kebebasan dan hukum dari demokrasi harus beijalan seimbang. Dia berkata demokrasi tidak bisa disebut kebablasan.

“Dua sisi dari demokrasi, kebebasan dan hukum harus beijalan seimbang.

Demokrasi tak bisa disebut kebablasan, yang bisa itu salah satunya, kebebasan atau hukum,” ujarnya.

Fahri menyebut tugas negara adalah menegakkan hukum dan keadilan. Jika hukum dan keadilan sudah benar-benar ditegakkan, kebebasan dalam berdemokrasi menjadi bertanggung jawab dan masyarakat dalam berpolitik semakin dewasa.

DED