Published On: Tue, Feb 28th, 2017

Lonjakan Stok Bebani Harga Minyak Asia

BERITABENAR-Harga minyak menguai, Senin, dengan Brent melesat untuk hari kelima dari tujuh sesi karena kelebihan pasokan global tampaknya mulai mereda. Namun, penguatannya relatif terbatas didorong melonjaknya produksi Amerika.

Minyak mentah Brent patokan Eropa dan internasional tercatat naik 0,2 persen menjadi US$56,09 per barel, demikian laporan Reuters, di Singapura, Senin (27/2).

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak berjangka light sweet atau West Texas Intermediate, menguat sekitar 0,1 persen menjadi US$54,04 per barel.

Harga minyak jatuh pada perdagangan Jumat setelah data Badan Informasi Energi (El A) menunjukkan persediaan Amerika mengalami peningkatan untuk pekan ketujuh berturut-turut. Namun pasar mendapatkan sup-port dengan kisaran yang ketat USS4 hingga US$5 sejak November, ketika Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) dan produsen lainnya sepakat untuk memotong produksi.

“Data EIA menunjukkan cadangan minyak Amerika meningkat 564.000 barel menjadi 518,7 juta barel pada pekan lalu,” kata ANZ.

“Meski begitu, ini merupakan peningkatan terendah selama beberapa bulan. Jika tren impor yang lebih rendah dan kenaikan stok Amerika yang lebih kecil terus berlanjut selama beberapa pekan mendatang, itu akan menunjukkan bahwa pemotongan produksi yang dimotori OPEC mulai berdampak.” Kepatuhan OPEC dengan kesepakatan tersebut cukup mengejutkan pasar, dengan Uni Emirat Arab dan Irak, berjanji untuk mengejar ketinggalan terhadap target pemangkasan mereka.

Badan Energi Internasional menempatkan kepatuhan rata-rata OPEC pada level 90 persen di Januari, dan berdasarkan survei produksi rata-rata Reuters sebesar88 persen.

Manajer keuangan menaikkan posisi jangka panjang mereka untuk minyak beijang-ka Amerika dan sejumlah pilihan opsi dalam sepekan hingga 21 Februari, menuju rekor tertinggi, menurut Commodity Futures Tra-ding Commission (CFTC), Jumat, (ipot)