Published On: Wed, Feb 22nd, 2017

Lotte Belum Urus Izin

BERITABENAR-Perusahaan petrokimia asal Korea Selatan, Lotte Chemical, yang akan menanamkan modalnya di Kota Cilegon sampai kemarin belum mengurus izin di daerah. Diharapkan, investasi Lotte Chemical yang disebut-sebut bakal mencapai Rp52 triliun itu benar-benar serius.

Kepala Bidang (Kabid) Penanaman Modal pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Cilegon Luhut Malau mengaku, sudah mengetahui adanya rencana Lotte Chemical berinvestasi di Cilegon. “Cuma sampai sekarang izinnya belum dipenuhi oleh pihak Lotte,” kata Luhut kepada Radar Banten, Selasa (21/2).

Luhut menjelaskan, Lotte baru mengantongi izin prinsip dari pusat. Sementara, izin dari Pemkot Cilegon belum diurus. Padahal, semua izin harus sudah diurus sejak sekarang agar segera bisa merealisasi proyeknya. “Walaupun kantor pusatnya ada di Jakarta, lokasi produksi atau operasinya ada di Cilegon. Nah, ini semua harus diurus segera,” kata dia.

Luhut berharap, dalam waktu sekitar tiga tahun ke depan semua perizinan sudah diurus semua sambil persiapan produksi. “Termasuk izin yang harus dikantongi dari Pemkot juga harus diurus supaya tidak menjadi masalah di kemudian hari,” ujar Luhut.

Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Cilegon Hasbi Sidiq mengaku terkejut belum adanya izin yang dari Pemkot Cilegon untuk Lotte Chemical. “Padahal, kan perusahaan besar dan berasal dari luar negeri. Tapi kalau memang belum mengantongi izin, ya secepatnya pihak Lotte harus mengurus perizinannya sesuai dengan prosedur yang ada,” katanya.

Menurut Hasbi, sebuah perusahaan besar sudah semestinya taat aturan dan harus bisa memenuhi izin bila hendak menjalankan usaha. “Ini kan investasinya besar, jadi harus disambut. Cuma pihak investor juga harus bisa mengikuti prosedur perizinan yang berlaku di sini. Meski sudah mendapatkan izin prinsip dari pusat, izin di daerah tetap harus ditempuh,” jelas Hasbi.

Hasbi berharap, Lotte bisa segera mengurus perizinan terkait rencana investasi tersebut. Hanya saja, dia mewanti-wanti Pemkot agar tidak mempersulit pengurusan izin. “Mudah-mu-dahan dengan adanya investasi ini bisa berdampak positif terhadap masyarakat Cilegon,” harap Hasbi.

Sebelumnya, Lotte Chemical disebut-sebut bakal berinvestasi di Cilegon senijai USD4 miliar atau setara Rp52 triliun. Perusahaan tersebut akan memproduksi naphtha cracker yang merupakan bahan baku kimia untuk menghasilkan ethylene, propylene, dan produk turunan lainnya.

Untuk menunjukkan keseriusan berinvestasi, Presiden dan CEO Lotte Chemical Titan Holding Kim Gyo Hun melakukan pertemuan dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Jumat (17/2). Dalam pertemuan tersebut, Kim didampingi oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong.

Kim menyatakan, Lotte Chemical akan memproduksi naphtha cracker dengan total kapasitas sebanyak 2 juta ton per tahun. Komitmen tersebut disambut baik oleh pemerintah. Menteri Perindustrian berharap, kehadiran Lotte Chemical di Indonesia akan membantu pemerintah memenuhi kebutuhan bahan baku kimia dalam negeri sehingga impor bisa dihentikan.

Dengan investasi sebesar itu, Lotte bakal membutuhkan tenaga kerja kurang lebih 9.000 orang. Jumlah tersebut meliputi 6.000 orang untuk tahap konstruksi dan 3.000 orang saat perusahaan sudah beroperasi, (mam-rol/ibm/dwi)