Published On: Wed, Nov 4th, 2015

Lulung Sarankan Ahok Agar Tidak Arogan Tanggapi Masalah Sampah

Belum lama ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berseteru dengan DPRD Kota Bekasi mengenai permasalahan pengelolaan sampah di Bantar Gebang. Perseteruan yang terjadi ini kian memanas, setelah Ahok secara perlahan membawa nama TNI ke permasalahan tersebut.

Sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau yang lebih dikenal dengan Lulung menyarankan agar sang Gubernur bisa menanggapi masalah ini dengan cara yang lebih rileks dan tidak terkesan arogan. Selain itu, ia juga menyarankan agar permasalahan ini tidak diperkeruh dengan membawa nama instansi TNI.

Seperti yang dilansir Berita Benar dari laman Liputan6 (4/11/2015), Lulung menyatakan jika Ahok harusnya bersikap ramah terhadap DPRD Bekasi. Sebab, mereka hanya ingin menanyakan perihal kepentingan MoU dan juga kerjasama. Selain itu, ia juga menyarankan agar Ahok dapat lebih ramah agar hubungan baik antara lembaga pemerintah lainnya dapat berjalan dengan baik.

Persoalan ini berawal dari tudingan adanya pelanggaran perjanjian antara Ahok dan DPRD Kota Bekasi mengenai jadwal operasi pengangkutan sampah Jakarta ke Bantargebang yang sudah mulai melewati batas jam operasional. Awalnya, pihak DPRD Bekasi meminta sang Gubernur untuk menyatakan penjelasan mengenai pelanggaran ini. Namun sayangnya, Ahok menolak permintaan tersebut dan justru mengancam menutup Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Parahnya lagi, Ahok menyatakan akan meminta bantuan kepada tentara untuk mengangkut sampah Jakarta ke Bekasi.

<fjr>