Published On: Tue, Jan 26th, 2016

Mantan Ketua Gafatar Tegaskan Gafatar Bukan Aliran Sesat

Gerakan Fajar Nusantara atau yang lebih sering disebut Gafatar dinyatakan telah bubar sejak 13 Agustus 2015. Sejak itu semua anggota Gafatar mengklaim bahwa organisasinya sudah vakum.

“Kami telah membubarkan diri sejak 13 Agustus 2015. Sampai sekarang sudah tidak ada lagi aktifitas yang mengatasnamakan Gafatar. Namun, jika memang ada yang meneruskan program kami, itu diserahkan kepada masing-masing orang saja,” ujar Mahful M. Tumanurung selaku Eks Ketua Gafatar, di kantor YLBHI, Jakarta, Selasa (26 Januari 2016).

Mahful juga menambahkan bahwa ajaran yang Gafatar berikan selama ini bukan ajaran Islam sesat. Mahful juga mengatakan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk bebas berkeyakinan sesuai dengan kepercayaan masing-masing.

“Untuk itu kamu sudah menyatakan sikap teguh telah keluar dari keyakinan atau paham keagamaan Islam mainstream dan akan tetap berpegang teguh pada paham Milad Abraham sebagai jalan kebenaran Tuhan,” jelas Mahful.

Oleh karena itu, Mahful mengecam langkah yang di keluakan oleh MUI yang menyatakan bahwa Gafatar termasuk aliran sesat.

“MUI salah mengeluarkan fatwa sesat kepada kami atau Gafatar. Gafatar itu sebagai ormas yang bergerak di bidang sosial budaya berazaskan Pancasila seperti yang tertulis AD/ART,” pungkas Mahful.

Utang Ranuwijaya selaku Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI menyampaikan bahwa sampai kini pihaknya tengah mengkaji fatwa untuk Gafatar. Fatwa tersebut berdasarkan rekomendasi dari Pakem. Yakni menyatakan Gafatar merupakan aliran sesat.

“Insya Allah, semua sejalan dengan rekomendasi itu,” ungkap Utang, Kamis (21 Januari 2016).