Published On: Wed, Apr 20th, 2016

Memakai Pin Bergambar Palu dan Arit, Pria Ini Dianiaya Ketum LSM KPK

pakai-pin-pki-pemuda-ditempeleng-ketum-lsm-pelapor-zaskia-gotik

Pengguna Facebook dengan akun bernama Juwido Lee Lsm Kpk mengunggah sebuah video yang memperlihatkan seorang pengendara motor dianiaya oleh ketua LSM KPK yakni Mochammad Firdaus Oiwob. Pengendara motor tersebut dihentikan paksa oleh LSM KPK karena ia menggunakan pin bergambar Palu dan Arit di bajunya.

Sang ketua LSM tersebut menuduh sang pengendara motor adalah anggota PKI karena telah memakai atribut bergambar Palu dan Arit. Secara kasar, Firdaus meminta pin tersebut sambil memukul kepala sang pengendara motor.

Kejadian yang berlansung di jalan raya ini sontak menarik perhatian masyarakat sekitar. Bahkan ada seorang warga yang justru ikut menganiaya dan mengintimidasi sang pengendara motor tersebut. Tidak lama kemudian, seorang polisi pun datang menghampiri untuk mengetahui perkara tersebut. Walaupun begitu, Firdaus dan juga warga tersebut masih saja melakukan intimidasi.

Di Indonesia sendiri, lambang Palu dan Arit sering dikaitkan dengan ideologi partai komunis dimana sejarah mencatat partai tersebut pernah melakukan pemberontakan di Madiun dan juga terlibat atas peristiwa tahun 1965. Catatan sejarah tersebut terus berkembang di masyarakat sehingga partai dan lambangnya tersebut dianggap berbahaya bagi Indonesia.

Wakil Rektor Universitas Ibnu Chaldun yakni Musni Umar menyatakan jika di Indonesia lambang Palu dan Arit sudah dikhultuskan sebagai ideologi yang sangat berbahaya. Padahal, ideologi tersebut melambangkan perjuangan nilai keadilan bagi masyarakat.

“Jadi kalau ada yang pakai palu arit itu ada 2 makna. Pertama, mengingatkan bahwa apa yang ingin diwujudkan para pendiri negeri ini masih belum tercapai, yaitu masalah keadilan sosial sesuai sila ke lima Pancasila. Kedua, persepsinya harus diluruskan sehingga stigma negatif tentang komunisme dan salah paham lainnya harus ditinggalkan. Tapi juga harus diingat bahwa komunisme itu mempunyai tujuan keadilan sosial bagi rakyat. Karena dalam ketidakadilan itu, justru disitulah komunisme tumbuh,” ungkap Musni seperti yang dikutip Berita Benar dari laman Merdeka (20/4/2016).

Mitos mengenai paham Komunisme sebagai momok menakutkan bagi Indonesia ini harus segera dihentikan. Sebab menurut Musni, Komunis hanya sebuah ideologi dari pemikiran sosial saja.