Published On: Fri, Nov 18th, 2016

Memelihara dan Merawat Tanaman Tomat ala Yohanes Chandra Ekawijaya

Tomat merupakan salah satu buah yang kerpa dimanfaatkan untuk bahan pembuat sambal. Dewasa ini, kita mengenal tomat memiliki lebih dari 400 varietas yang ditanam di seluruh dunia. Nah, tahukah Anda bahwa ternyata merupakan salah satu tanaman yang perlu perhatian khusus karena tanaman tersebut bisa dikatakan sangat sensitif dan paling mudah terserang hama dan penyakit.Kali ini, salah satu ahli botani asal bernama Yohanes Chandra Ekawijaya akan berbagi tips perawat an penting untuk budidaya tomat.

Memelihara dan Merawat Tanaman Tomat ala Yohanes Chandra Ekawijaya Yohanes Ekajaya chandra

Penyulaman

Langkah pertama, Yohanes Chandra Ekawijaya memberikan tips bagi Anda berupa penyulaman. Dalam hal ini, penyulaman memiliki fungsi untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, atau sakit karena iklim. Proses penyulaman dilakukan setelah tanaman tomat ditanam dalam waktu seminggu.

Penyiangan

Selanjutnya, Yohanes Chandra Ekawijaya menganjurkan untuk melakukan penyiangan. Dalam budidaya tomat, penyiangan biasanya dilakukan sebanyak 3-4 kali selama musim tanam. Tujuan dari penyiangan adalah untuk mengangkat gulma yang ada di areal tanam.Hal tersebut dikarenakan berkembangnya gulma akan mengganggu tanaman.

Pemangkasan

Langkah berikutnya menurut adalah pemangkasan. Pada tahap pemangkasan, Yohanes Chandra Ekawijaya mengajak Anda untuk melakukan tahap tersebut setiap minggu. Pertama-tama Anda harus memangkas tunas yang tumbuh pada ketiak daun. Pemangkasan tunas muda tersebut dilakukan dengan tangan. Selain itu, untuk mengatur ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman dapat dipangkas. Pemangkasan tersebut dilakukan setelah memiliki dompolan buah sekitar 5-7 buah.

Pemupukan

Setelah dilakukan pemangkasan, Yohanes Chandra Ekawijaya mengajak Anda untuk melakukan penyemprotan dengan pupuk organik cair yang tentu memiliki kandungan kalium yang tinggi pada saat tanaman tersebut akan berbunga dan berbuah.

Pengairan

Berikutnya, Yohanes Chandra Ekawijaya menyarankan meski tanaman tomat tidak terlalu banyak membutuhkan air. Melihat keunikan dari tanaman tomat, penyiraman tomat hendaknya disesuaikan dengan kondisi cuaca. Apabila tengah musim hujan, maka Anda tidak perlu melakukan penyiraman. Namun, pada musim kemarau, penyiraman dapat dilakukan pada pagi hari.

Pemasangan Lenjeran

Pada langkah berikutnya, Yohanes Chandra Ekawijaya memberikan langkah terakhir yaitu pemasangan lenjeran atau ajir yang bertujuan sebagai tempat mengikatkan tanaman agar tidak roboh.

Itulah, tips budidaya tomat menurut Yohanes Chandra Ekawijaya. Tipikal tanaman yang unik, tentu saja dibutuhkan ketelatenan dan ketekunan. Selamat mencoba.