Published On: Wed, Mar 2nd, 2016

Menaker Inginkan IWA Meningkatkan Pelatihan Kerja

Menaker Inginkan IWA Meningkatkan Pelatihan Kerja
Menaker Inginkan IWA Meningkatkan Pelatihan Kerja

Menteri ketenagakerjaan (Menaker) inginkan Indonesia Welding Association (IWA) untuk terus meningkatkan kualitas dari pelatihan kerja pengelasan yang ada di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh M. Hanif Dakhiri kepada IWA secara langsung di Jakarta Senin, 29 Februari 2016 yang lalu. Ia mengungkapkan bahwa peningkatan pelatihan kerja tersebut dapat diterapkan melalui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Ia berharap bahwa pola kerjasama antara industri dan asosiasi profesi agar dapat terus ikut berpartisipasi dalam mengembangkan SKKNI dan KKNI. Terlebih lagi saat ini pelatihan kerja untuk bagian pengelasan memang dilaksanakan di hampir semua BLK UPTP dan UPTD yang mengacu pada SKKNI untuk bidang pengelasan.

IWA sendiri adalah sebuah asosiasi profesional yang bergerak di bidang teknik penyambungan logam atau pengelasan yang telah mengantongi sertifikat internasional. Asosiasi yang bernaung di bawah International Institute of Welding (IIW) ini memang telah mendapatkan pengakuan dari publik dan memiliki keunggulan yang nyata di taraf internasional.

Menaker sendiri juga mengatakan kalau MEA juga menjadi bagian dari kemajuan Indonesia. Masuknya MEA seharusnya dijadikan sebuah alasan untuk bisa melatih tenaga kerja yang ada di Indonesia untuk menjadi tenaga ahli dan dapat memenuhi pasar kerja baik di Indonesia ataupun di kelas Internasional. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia harus bisa menyiapkan tenaga-tenaga kerja ahli agar bisa bersaing dengan tenaga kerja yang ada dari negara lain, termasuk juga pada bagian pengelasan tersebut. Selain itu tenaga kerja ahli tersebut nantinya diharapkan juga dapat mengembangkan pengelasan untuk Indonesia.

Maka dari itu Hanif mengatakan kalau dengan adanya partisipasi dari asosiasi dan industri pengelasan ke SKKNI dan KKNI ini diharapkan dapat membantu pengembangan kurikulum dan materi untuk pelatihan kerja yang memang benar-benar sesuai dan dibutuhkan dalam industri pengelasan. Kementrian Ketenagakerjaan sendiri disini berfungsi sebagai koordinator pengembangan SKKNI dan bertanggung-jawab atas verifikasi dan penetapan SKKNI.

Selain Kemnaker, Kementrian yang juga memiliki hubungan dengan SKKNI sendiri khususnya di bagian pengelasan adalah Kementrian Perindustrian, dimana Kementrian tersebut adalah pembinda dari SKKNI dalam menentukan Komite Standar Kompetensi, dimana Kementrian Perindustrian bertanggung-jawab atas pengembangan dan pengkajian ulang atas SKKNI di setiap bidangnya.

SKKNI bidang pengelasan sendiri mengacu kepada KEP.342 Tahun 2007 Pengelasan SMAW, KEP.105 Tahun 2008 Pengelasan Non SMAW, KEP.42 Tahun 2009 Welding Inspector, KEP.154 Tahun 2010 Welding Supervisor, Kep. 146 Tahun 2013 Pengelasan Bawah Air.