Published On: Fri, Mar 3rd, 2017

Mencerna Pidato Singkat Raja Salman

BERITABENAR-INDONESIA-ARAB Saudi mengawali babak baru hubungan bilateral. Kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Ab-dulaziz Al Saud ke nusantara ini merupakan sejarah penting, menjadi titik tolak hubungan lebih erat saling menguntungkan bagi kedua negara.

Pertemuan Raja Salman dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor telah disepakati 11 nota kesepahaman di berbagai bidang, antara lain, ekonomi, kebudayaan. usaha kecil dan menengah, kesehatan, hingga masalah pemberantasan kejahatan.

Pemerintah dan rakyat Indonesia menyambut kedatangan Raja Salman penuh suka cita. Arab Saudi punya kedekatan khusus di hati rakyat Indonesia. Arab Saudi merupakan negara pertama yang memberi pengakuan atas proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 1947.

Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Indonesia pun memiliki kedekatan khusus dengan Arab Saudi. Untuk itu. sudah sepantasnya rakyat menyambut baik Raja Salman. Bahkan, sambutan rakyat Indonesia membuat Raja Salman merasa bahagia.

Kedatangan Raja Salman pun membawa pencerahan bagi rakyat dan negara, terutama saat pidato di DPR. Raja Salman menyampaikan tantangan bagi umat Islam dan dunia kedepan adalah terorisme, benturan peradaban, tak adanya penghormatan atas kedaulatan negara, hingga adanya intervensi urusan dalam negeri.

Negara kita saat ini sangat nyata menghadapi bahaya terorisme. Aksi radikal kelompok tertentu yang mengatasnamakan Islam sering terjadi dan memakan korban jiwa. Pidato Raja Salman di DPR menggambarkan kepada kita bahwa sesungguhnya Islam sangat cinta damai.

Gerakan kelompok tertentu yang mengatasnamakan Islam, bergerak memakai senjata pentungan hingga bom sangat bertolak belakang dengan pandangan Raja Salman.

Rakyat Indonesia mestinya menyadari dan mawas diri agar tidak tersangkut gerakan radikal yang kontraproduktif dengan semangat mewujudkan keamanan dan perdamaian dunia, sebagaimana seruan Raja Salman. Dalam konteks ini. tentu kita berada satu barisan untuk melawan terorisme.

Apa yang disampaikan Raja Salman merupakan tantangan bagi pemerintah dan rakyat Indonesia. Persatuan dan kesatuan dalam negeri tidak boleh terpecah-pecah demi masa depan bangsa dan negara yang lebih baik.

Dinamika akhir-akhir ini yang sempat bikin deg-degan publik hendaknya dibatasi agar tak melebar kemana-mana, dan merugikan bangsa dan negara. Seluruh rakyat Indonesia yang beraneka ragam suku, agama, ras. dan antargolongan harus bersatu padu membangun negeri.
Kita berharap perjanjian kerja sama perihal pemberantasan kejahatan antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi bisa meminimalisasi gerakan radikal yang membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(*)