Published On: Tue, Feb 28th, 2017

Mengukuhkan Bebas Aktif

BERITABENAR-Kredo politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif. Politik luar negeri adalah arah kebijakan suatu negara untuk mengatur hubungan dengan negara lain dengan tujuan untuk kepentingan nasional dalam lingkup dunia internasional.

Politik luar negeri merupakan bagian dari strategi politik nasional suatu negara yang berbeda dengan politik luar negeri negara lain. Bebas artinya Indonesia tidak memihak salah satu blok kekuatan di dunia. Aktif artinya Indonesia selalu aktif menciptakan perdamaian dunia serta aktif menyelesaikan permasalahan-permasalahan internasional.

Indonesia bisa “bermain tanpa beban” dalam berhubungan dengan kutub-kutub kekuatan di dunia, seperti blok Barat yang dimotori Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa, Rusia, serta kutub baru di bidang perekonomian seperti Tiongkok yang kini menjadi negara berperekonomian terbesar kedua di dunia setelah AS.

Ideologi politik sudah tak relevan lagi sekarang. Sekarang yang bicara adalah perekonomian. Siapa yang bisa memanfaatkan kesempatan menangguk pasar dan sumber-sumber investasi akan unggul, yang tak bisa mengejar perkembangan akan tertinggal.

Kecenderungan pemerintahan Presiden Joko Widodo yang berakrab-akrab dengan Tiongkok sempat memunculkan dugaan-dugaan negatif bahwa Indonesia akan condong kepada “blok” Tiongkok. Muncul analisis ngawur bahwa Indonesia akan dibawa ke arah komunisme seperti ideologi “resmi” Tiongkok.

Kedekatan dengan Tiongkok adalah keniscayaan karena negeri ini sekarang menjadi salah satu sumber investasi dunia dan penggerak perekonomian dunia. Terbukti bahwa Indonesia tak sekadar condong ke satu kekuatan.

Kinerja positif perekonomian Indonesia menarik perhatian penguasa Kerajaan Arab Saudi untuk datang ke Indonesia sekaligus membawa komitmen investasi yang cukup besar, lebih dari Rp90 triliun di berbagai sektor.

Dalam masyarakat internasional yang kian “seimbang” karena kekuatan blok Barat dan blok Timur yang kian tak signifikan, ideologi politik tersingkir oleh perekonomian, bebas aktif menjadi pilihan yang paling cerdas. Indonesia niscaya butuh hubungan baik dengan semua negara sehingga gejala negatif di sebuah negara yang pasti berdampak internasional bisa diatasi dengan relasi yang baik dengan semua negara di dunia ini.

Indonesia harus menunjukkan posisi yang kuat di dunia internasional. Komitmen investasi dari Tiongkok dan Arab Saudi adalah pendukung politik bebas aktif harus dikukuhkan.
Politik luar negeri harus diabdikan untuk kepentingan nasional. Kerangka bebas aktif menyediakan jalan untuk merealisasikan ini, yaitu mampu bergerak lincah di kancah pergaulan internasional untuk mendapatkan keuntungan demi sebesar-besar kemakmuran rakyat.