Published On: Wed, Aug 5th, 2015

Menyambut HUT RI Ke 70, Mahasiswa Lantangkan Perkuat Ideologi Bangsa!

Pada hari ini (5/8/2015), untuk menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 70, mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus di Indonesia menyerukan suara positif agar momentum hari ulang tahun kali ini dimanfaatkan untuk memperkuat ideologi bangsa yang saat ini sudah mulai luntur.

Seperti yang dikutip oleh Beritabenar dari laman Tribunnews (5/8/2015), Andi Aulia Rahman selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI menyatakan “Ini adalah momentum terbaik bangsa Indonesia untuk memperkuat lagi ideologi bangsa. Apalagi saat ini Indonesia tengah menghadapi berbagai cobaan di berbagai sisi kehidupan. Sebagai mahasiswa kami harus bisa mengisi kemerdekaan dengan hal positif, apalagi ini menyangkut keutuhan NKRI.”

Tidak mau ketinggalan, Fadli Ferryansyah selaku Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMMI) DKI Jakarta juga mengungkapkan jika dengan kuatnya ideologi Pancasila, pahayam radikalisme dan juga terorisme pun dapat dicegah.

“Sebagai generasi muda, kami (mahasiswa) seluruh Indonesia harus bisa memaknai HUT ke-70 RI untuk memperkuat ideologi Pancasila demi kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu kami juga harus tetap konsisten dalam memperjuangkan cita-cita luhur founding father Indonesia yang dulu berjuang sampai titik darah penghabisan untuk membawa Indonesia menjadi negara merdeka yaitu NKRI,” Ungkap Fadli.

Selain itu Fadli yang merupakan alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah juga menghimbau agar mahasiswa menjadi bagian terdepan dalam mengawal keutuhan NKRI. Maka dari itu, jika ada kelompok ataupun orang yang ingin menyebarkan paham yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, mahasiswa wajib bisa meluruskannya.

Selain itu, ia pun mengamati jika saat ini segmentasi propaganda dan penyebaran paham-paham radikal dan juga terorisme sangat berbeda dengan dahulu.

“Pergerakan mereka ini dengan membangun ‘sekoci-sekoci’ lembaga yang memang tidak terlihat dari luar. Jadi secara kasat mata gerakan itu sebenarnya adalah ideologi radikal. Di kalangan mahasiswa, biasanya mereka memanfaatkan tugas makalah dengan membuat artikel berbau ideologi radikalisme. Jadi kami dari kalangan mahasiswa memang harus saling bergandengan untuk mencegah hal-hal tersebut demi Indonesia kita tercinta,” ungkapnya.

<fjr>