Published On: Thu, Feb 18th, 2016

Merasa Dicurangi, Pertamina Ancam Akan Tutup SPBU di Kendal

yohanes chandra ekajaya

PT Pertamina (Persero) kembali kecolongan perihal penakaran Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kendal. Oleh karena itu, Pertamina akan melakukan pengecekan dan pemeriksaan menyusul dengan adanya laporan sebanyak 30 persen SPBU di Pantura, Kendal mencurangi takaran.

Untuk menindaklanjuti kasus ini maka bersama Dinas Metrologi, Pertamina akan melakukan pemeriksaan takaran. Pramudya Hidayat selaku Ketua DPD Hiswana Migas berpendapat standar takaran merupakan hal penting yang selalu diawasi Dinas Metrologi dan Pertamina.

“Justru akurasi takaran BBM merupakan poin yang menjadi perhatian kami dalam melakukan penjualan BBM. Ini adalah kewajiban kami,” tutur Pramudya.

Pemeriksaan pertama akan segera dilakukan di SPBU 44.513.06 Brangsong, Kendal. Bukan hanya SPBU, Pertamina juga akan melakukan pengecekan di beberapa SPBU di jalur pantura Kendal.

SPBU yang ada di Jateng-DIY sebanyak 777 stasiun yang tersebar di 40 kota/kabupaten. Sedangkan untuk 105 di antaranya berada di jalur pantura Brebes hingga Pati.

Mekanisme pengecekan itu akan menggunakan bejana khusus. Sebenarnya sudah ada toleransi dari pertamina sebesar 0,5 mililiter. Artinya, dalam 10 liter ada toleransi kekurangan takaran sebesar 0,5 mililiter yang dinilai masih dalam batas kewajaran. Pertamina tidak akan segan-segan menutup SPBU yang melebihi ketentuan tersebut.

“Jadi ketika dalam satu nozzle (injektor) bermasalah, maka itu tidak bisa digunakan sebelum mendapatkan surat keterangan tera dari Dinas Metrologi,” jelas Pramudya seperti yang Berita Benar kutip dari Metrotvnews, Kamis (18 Februari 2016).