Published On: Thu, Mar 2nd, 2017

Misi Bangun dari Tidur

BERITABENAR- Sebanyak 10 atlet tenis meja putra dan putri menjalani Pelatihan Nasional (Pelatnas) di GOR Raden Mas Said, Karanganyar. Pelatnas proyeksi Sea Games 2017 di Malaysia ini berlangsung sejak 2 Februari hingga empat bulan ke depan.

Suasana pelatnas kemarin (1/3) agak berbeda setelah hadirnya Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Mimi Irawan, High Performatice Director cabor Permainan Satlak Prima menjelaskan, perjuangan kontingen tenis meja Indonesia cukup berat Sebab di edisi sebelumnya, Indonesia hanya berhasil memboyong satu perunggu. Medali tersebut disumbang dari tim putra.

Di Malaysia, tensi meja ditarget medali dari ganda campuran, ganda putra, dan tim putra. “Minimal dua perak dulu. Karena kita tahu, dalam persaingan Sea Games terakhir di Singapura, hanya mampu mendapat satu perunggu. Apalagi ini sudah lama puasa gelar,” beber Mimi kepada Radar Solo.

Tim putra kembali diandalkan meraih medali di Sea Games 2017. Digawangi Ficky Supit dan Gilang Maulana.

“Atlet yang ada di sini pun harus mempertahankan performanya sampai Sea Games digelar,” ujar Mimi.

Tak lupa, Satlak Prima memuji sarana dan prasarana GOR Raden Mas Said. Plus kesigapan Pengkab Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Karanganyar dalam mendukung pelaksanaan pelatnas.

“Saya lihat dukungan PTMSI Karanganyar luar biasa. Sarana dan prasarananya juga bagus. Ruang gedung cukup tinggi dan ini membantu proses latihan,” uajr Mimi.

Ketua Umum Pengkab PTMSI Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki mendapat kehormatan menjadi host pelatnas. Pihaknya berharap, pelatnas ini bisa menular ke atlet tenis meja di Bumi Intanpari.

“Dukungan dari pemerintah juga sangat baik. Kami siapkan segala yang dibutuhkan atlet agar fokus berlatih,” terang Waluyo. (adi/fer)

Caption:

SERIUS: Pelatnas tenis meja di GOR RM Said, kemarin.