Published On: Fri, Jun 17th, 2016

Motor Injeksi Dilarang Habis Bensin, Ini Alasannya!

injeksi

Sistem bahan bakar injeksi saat ini sudah menjadi standar bagi para pabrikan motor. Sistem injeksi sendiri memiliki banyak kelebihan dibandingkan sistem karburator salah satunya adalah pencampuran udara dan bahan bakar yang sempurna sehingga tenaga yang dihasilkan oleh motor pun lebih bertenaga dan irit. Jadi tidak heran jika saat ini baik masyarakat maupun produsen sepeda motor sudah mulai meninggalkan teknologi lawas karburator.

Untuk sistem injeksi sendiri banyak mitos yang menyatakan jika sistem ini sangat sensitif. Bahkan bagi kendaraan yang sudah mengusung sistem injeksi tidak boleh kehabisan bensin karena dapat merusak mesin. Benarkah?

Seperti yang dilansir Berita Benar dari laman Vivanews (17/6/2016), Muhammad Abdul Wakhid selaku kepala mekanik dari Ahass CMM Purwakarta menyatakan jika benar adanya motor injeksi dilarang kehabisan bensin. Menurutnya, bensin yang tidak tersuplai dengan baik dapat merusak salah satu komponen penting dalam motor yakni pompa bahan bakar.

Menurutnya, pompa bahan bakar yang berbentuk dinamo tersebut membutuhkan pendingin yang disuplai langsung oleh bahan bakar. Jadi jika bahan bakar sudah benar-benar habis, kinerja pompa bahan bakar pun akan bekerja lebih ekstra sehingga mudah rusak.

Selain motor menjadi irit karena pembakaran yang sempurna, sistem injeksi pun memiliki banyak kelebihan dibandingkan sistem lawas karburator. Salah satu kelebihannya adalah kemudahan saat melakukan servis motor. Sebab, sang mekanik sudah tidak perlu repot-repot lagi untuk membongkar karburator. Hanya dengan menggunakan sistem komputer bernama ECM, injeksi di motor pun dapat dengan mudah di konfigurasi sesuai dengan kebutuhan.