Published On: Fri, Apr 1st, 2016

Mulai Besok Tarif Taksi Turun Sebesar Rp500

303977_angkutan-kota-jakarta-_663_382

Setelah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) turun, kini giliran angkutan umum yang berada di bawah naungan Organisasi Angkutan Daerah (Organda) DKI Jakarta akan menerapkan tarif baru terhadap semua angkutan umum di Jakarta. Organda Jakarta mengaku bahwa pihakya akan menurunkan tarif lebih besar dibandingkan dengan tarif yang telah diturunkan oleh Kementerian Perhubungan yang berkisar diangka tiga persen.

Seperti yang Berita Benar lansir dari Viva, Jumat (01 Aril 2016), tarif angkutan yang akan mengalami penurunan diantaranya mikrolet atau angkot, bus kota hingga taksi. Shafruhan Sinungan selaku Ketua Organda DKI Jakarta mengatakan bahwa pihaknya akan membuat penetapan baru untuk tarif angkutan yang berlaku di Ibukota Jakarta. Penurunan tarif itu sebesar Rp500 rupiah, tarif itu nantinya akan berlaku baik untuk mikrolet maupun bus kota.

“Penurunan untuk angkutan perkotaan, mikrolet sama bus kota yang reguler, yaitu dari Rp4.000 menjadi Rp3.500, atau Rp500 rupiah. Khusus angkutan perkotaan di DKI Jakarta, kita turunkan lebih besar daripada kebijakan yang dibuat oleh Menteri Perhubungan,” kata Shafruhan, seperti yang Berita Benar kutip dari Viva, Jumat (01 Aril 2016).

Shafruhan berharap dengan adanya penurunan harga yang lebih besar ini, masyarakat lebih memilih berpergian menggunakan angkutan umum daripada kendaraan pribadi. Penurunan ini juga sebenarnya merupakan akumulasi dari penurunan pada bulan Januari 2016.

“Ini juga merupakan akumulasi dari penurunan tarif yang akan diberlakukan pada bulan januari dan sekarang, penurunan ini kita buletin, januari lalu misalnya ditotalnya lima persenan, karena lima persen nanggung, Rp200 jadi ini juga menjadi persoalaan kan ribet kembaliannya, makanya kita naikin ke atas,” kata dia.

Sementara itu, Shafruhan juga mengatakan bahwa untuk surat edaran Menteri Perhubungan untuk melakukan penurunan sebesar tiga persen memang sulit diterapkan untuk angkutan perkotaan. Melihat kondisi seperti itu, maka jika dilihar daristandar pelayanan minimum yang belum sesuai, maka penurunan sebesar Rp500 merupakan keputusan yang tepat.

“Melihat keadaan ekonomi yang sedang sulit, semoga masyarakat tertarik untuk menggunakan transportasi umum. Kalau kita ini berarti lebih dari 10 persen dong, kalau 4.000 turun 500 kan sekitar 12,5 persen, penurunan ini mungkin efektifnya untuk semua angkutan mulai besok,” tuturnya.