Published On: Fri, Mar 3rd, 2017

Musnahkan Narkoba, Kapolda Iriawan Puji Duterte NGGAK LUPA, PAK JOKOWI DIPUJI JUGA DONG…

BERITABENAR-Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan memuji sepak terjang Presiden Filipina Rodrigo Duterte, dalam perang melawan narkoba. Sejak mantan Wali Kota Davao itu memimpin, menurut Kapolda Metro, angka peredaran dan penggunaan barang haram di negara tersebut terus menurun. Pujian disampaikan Iriawan ketika hendak memusnahkan narkoba hasil kerja jajarannya.

“Ya, kita salut dengan komitmen Presiden Duterte terhadap pemberantasan narkoba di negaranya,” katanya dalam sambutan, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (2/3). Langkah Duterte sejauh ini dalam mengatasi persoalan narkotika, imbuhnya, terbukti cukup jitu. Karena saat ini angka peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Filipina merosot secara signifikan. “Berkat Duterte, Filipina turun drastis peredaran narkobanya.”

Mantan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya ini juga membanggakan Presiden Jokowi. Dengan cara yang berbeda, komitmen Presiden yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Surakarta dalam pemberantasan narkoba, dinilai Iriawan cukup tinggi. Salah satunya ditunjukkan Jokowi ketika antusias terlibat dalam kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba di Monumen Nasional (Monas) beberapa waktu
lalu.

Sementara pemusnahan yang dilakukan Polda Metro Jaya sendiri merupakan hasil kerja petugas selama dua bulan yakni, Januari-Februari 2017. Barang bukti narkoba antar lain shabu-shabu lebih dari 117 kg, ekstasi sebanyak 228.978 butir, erimin/happy five 22.360 butir, serta tembakau cap Gorila 9 kg. Narkoba tersebut diperoleh dari pengedar serta bandar yang berasal dari dalam dan luar negeri di antaranya dari Belanda, China, Hongkong, Taiwan, Malaysia.

Atas pencapaiannya, Iriawan mengapresiasi kinerja anak buahnya, khususnya yang bernaung di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Ia mengaku, tak salah memilih Kombes Nico Afinta sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. “Dulu Pak Nico ini anak buah saya di Dit Reskrimum, dia mantan Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya,” tuturnya.

Sejak awal, Iriawan mengaku percaya dengan kapasitas Nico. Karena itu, saat menjabat kapolda ia tak ragu memberikan posisi strategis. Kendati begitu, bukan tanpa ujian. Lantaran awalnya Nico bertugas, menurutnya kurang cepat bertindak. “Ketika Nico menjabat direktur, saya tunggu satu hari, dua hari, tiga hari, kok nggak ada tangkapan juga. Saya panggil saya cemberutin. Mereka sudah paham kalau saya begitu-
kan,” ungkap dia.

Seiring waktu, kepercayaan Iriawan dijawab Nico. Sejumlah prestasi diraih Ditresnarkoba. Kapolda Metro pun meminta, prestasi seperti ini senantiasa ditingkatkan. Di samping itu, Iriawan juga mewanti-wanti agar jajarannya, terlebih anggota Ditresnarkoba, tak terlibat peredaran narkotika. Jika kedapatan, sanksi pidana dan pemecatan bakal diberikan.

“Kalau bisa nangkap begini, berarti dia kerja serius. Kita beri tepuk tangan untuk Pak Nico. Jadi kalau bandar narkoba macam-macam, melawan, ‘diistirahatkan’ saja,” tandasnya.

Ditambahkan Kombes Nico, barang bukti yang dimusnahkan adalah hasil tangkapan dari 19 kasus dengan 18 tersangka warga negara Indonesia dan 2 orang tersangka warga negara asing. Pemusnahan menggunakan mobile insinera-tor, yang membakar barang bukti narkoba dengan suhu yang sangat tinggi, sehingga benar-benar musnah. “Sebanyak 971.138 orang yang terselamatkan dari tindakan (pengungkapan) kita ini,” ujarnya.

Pihaknya berencana meningkatkan kerja sama dengan komponen eksternal, selain dengan Mabes Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN) serta masyarakat. Antara lain, dengan PPATK dan perbankan, guna melacak alur pencucian uang hasil transaksi narkoba. “Kita bersinergi juga dengan kepolisian Malaysia, Singapura, Taiwan, dan DHA(BNN Amerika Serikat), agar mengetahui perkembangan narkoba jenis baru dan modus operandi baru,” tandasnya. (RIZ)