Published On: Thu, Feb 23rd, 2017

Nagari Panti Penghasil Terbesar Jagung

BERITABENAR-Potensi jagung di Kabupaten Pasaman tengah dikembangkan. Hasil panen jagung bukan saja untuk konsumsi, namun bisa untuk bahan baku industri pangan, pakan ternak, dan bahan bakar.

SALAH seorang petani jagung di Nagari Panti, Amsar, 30, mengatakan, jagung memiliki peranan penting dalam industri berbasis agribisnis. Jagung dimanfaatkan untuk konsumsi bahan baku industri pangan, industri pakan ternak dan bahan bakar. Kebutuhan jagung dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan seiring berkembangnya industri pakan dan pangan.

Namun di Nagari Panti, musim ini mengalami penurunan hasil panen, disebabkan adanya luapan air Batang Sumpur yang meluber ke areal ladang jagung masyarakat. Akibatnya, menjadi kendala masyarakat dalam budi daya jagung. Sehingga menyebabkan rendahnya produktivitas di luar dari serangan hama dan penyakit.

Seperti pertengahan Desember lalu, petani sudah terlanjur tanam dan sudah mencapai masa umur panen. “Akibat luapan banjir tersebut, hampir puluhan hektare lahan jagung milik masyarakat di tepi Batang Sumpu rata-rata dihantam oleh air banjir,” ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan Pamgoluan Siregar,57, petani lainnya. Menurutnya, petani sering gagal panen akibat lahan sawah dan jagung sering dihantam banjir “Kejadian itu sudah sering terulang. Sebentar saja hujan mengguyur daerah Batang Sumpur sudah meluap,” katanya.

Menurutnya, jika persoalan tersebut bisa diatasi oleh pemerintah daerah dan dinas terkait maka sejahteralah para petani. Sebab potensi lahan jagung di daerah ini sangat bagus.

Penyuluh Pertanian UPT Petok Hepy Yandri mengatakan Pasaman merupakan salah satu pemasok penghasil jagung dan padi terbesar di Sumatera Barat. Nagari Panti, Kecamatan Panti termasuk salah satu penyumbang terbesar selain Kecamatan Tigo Nagari, Simpati, Pa-danggelugur, dan Rao Selatan.

“Di antara 37 nagari di Pasaman, Nagari Panti salah satu pemasok jagung terbesar di Pasaman,” ujarnya.

Luas lahan jagung di daerah itu sekitar 475 heklare. Tersebar di 3 kejorongan Nagari Panti yakni Jorong Sentosa, Jorong Murni, dan Jorong Bahagia.

Rata-rata penghasilan masyarakat mencapai 9-11 ton per hektarenya. Kalau dirata-ratakan dalam 1 hektare lahan mencapai minimal 9 ton, jika dikalikan dengan luas lahan yang ada di nagari sekitar 475 hektare, maka hasil panen jagung di nagari Panti bisa menghasilkan 4.275 ton sekali panen.

Wali Nagari Panti, Yefri Aldi didampingi Sekretaris Nagari Panti Suhaimi Munte menyebutkan, masyarakat nagari Panti memiliki
dua sumber pendapatan masyarakat yakni dari hasil pertanian padi dan jagung. Gagung sangat memiliki potensi yang sangat besar di nagari.

“Dalam sekali panen bisa mencapai sekitar 4.275 ton, dan pencapaian itu masih semusim. Biasanya dalam kurun satu tahun bisa panen jagung dua kali. Jadi jika dihitung per tahunnya Nagari Panti mampu menghasilkan jagung sebanyak 8.550 ton per tahun,” katanya.

Tetapi yang menjadi kendala selama ini bagi petani yakni sering meluapnya air Batang Sumpu ke lahan jagung milik warga. Sehingga petani dalam satu musim jagung gagal panen. Seperti di bulan Desember 2016, petani gagal panen dengan jumlah yang banyak.

“Batang Sumpu sudah mengalami pendangkalan dan penyempitan pinggir sungai. Akibatnya air sulit untuk bergerak ke hulu sungai dan setiap hujan air meluap,” katanya.

Sejauh ini, untuk menangani persoalan tersebut, pihak nagari telah mengusulkan Batang Sumpu di normalisasi. Pengusulan tersebut telah masuk dalam Musren-bang kecamatan. Dengan usulan tersebut diharapkan pemerintah daerah dan dinas terkait agar apa yang diusulkan masayarakat nagari bisa terealisasi dalam tahun ini.

“Nagari telah membentuk BUMNag. Ini bisa menampung hasil produksi nagari dengan harga yang stabil. Serta menjalin kerja sama dengan pihak perusahaan atau pihak ketiga dalam menampung hasil tani masyarakat seperti jagung,” katanya. (crl5)