Published On: Wed, May 11th, 2016

Pakai Baju PKI, Empat Mahasiswa Diamankan Polres Maluku

4-mahasiswa-di-maluku-utara-berkaos-palu-arit-diamankan-polisi

Simbol Partai Komunis Indonesia (PKI) tampaknya semakin banyak beredar di masyarakat. Ironisya, sebagian masyarakat tidak mengetahui simbol dari PKI, sehingga banyak dari mereka yang tertangkap karena simbol palu dan arit.

Setelah seorang pria yang berkunjung ke Samsat untuk mengurus surat balik kendaraan di Jawa Timur, kini kasus yang hampir serupa kembali terjadi di Ternate, Maluku Utara.

Kaus yang dikenakan oleh empat mahasiswa yang bertuliskan Pecinta Kopi Indonesia (PKI) dan bergambarkan palu dan arit diamankan Polres Ternate, Maluku Utara.

Brigjen Pol Zulkarnain selaku Kapolda Maluku Utara (Malut) menungkapkan bahwa keempat mahasiswa mendapatkan kaos tersebut dari media sosial. Kaos yang dijual online itu datang dari Adlun Fikri di Jogja Tshirt Toko. Mereka mengaku bahwa baju itu dibelinya sejak tahun 2015 lalu.

20160511155035-1-baju-pecinta-kopi-indonesia-001-dru

“Polres Ternate, Polda Malut pada hari ini Rabu, 11 Mei 2016 telah menerima penyerahan dari Intel Kodim Ternate empat orang yang terindikasi menggunakan kaos yang bergambar atau ada tanda-tanda Partai Komunis Indonesi (PKI) dan lambang palu dan arit,” kata Zulkarnain, dikutip dari merdeka, Rabu (11 Mei 2016).

Keempat mahasiswa yang diamankan diantaranya MYA, MRD, AF, dan SS. Mereka merupakan anak didik dari Universitas UMMU dan Unkhair. Pihak Kepolisian bukan hanya mengamankan baju yang mereka pakai, tapi juga buku-buku yang mereka miliki.

“Judul buku, kekerasan budaya pasca 1965 pengarang Wijaya Herlambang, orang-orang di persimpangan kiri jalan pengarang Prof DR Ahmad Safii Ma’arif, LAKAR DAN GEGER 1965 pengarang Dadang Kusuma dan buku Nalar yang Memberontak Filsafat Marxisme dan Sains Modern pengarang Alan W Oods dan Ted Grant,” jelasnya.