Published On: Wed, Mar 1st, 2017

Pasar Fokus Nantikan Pidato Donald Trump

BERITABENAR-Valuta Asia cenderung beringsut lebih tinggi terhadap dolar AS, Selasa (28/2), di tengah penantian para investor terhadap pidato Presiden AS Donald Trump di hadapan Kongres untuk petunjuk reformasi pajak dan belanja infrastruktur.

Sebagian besar mata uang Asia telah meningkat terhadap dolar sejak awal 2017 karena ketidakpastian tentang kebijakan ekonomi Trump.

Fokus saat ini adalah apakah pidato Trump kepada Kongres pada Selasa akan memberikan katalis untuk penguatan dolar atau membuka jalan bagi pelemahan lebih lanjut.

Para pelaku pasar akan memantau rincian tentang kemungkinan langkah stimulus fiskal seperti pemotongan pajak dan belanja infrastruktur serta setiap komentar terkait kebijakan perdagangan yang meningkatkan keprihatinan tentang proteksionisme di AS.

Senior analis mata uang di ABN AMRO Bank mengemukakan, jika pidato Trump tidak menunjukkan kejelasan rencana terkait ukuran dan waktu kebijakan fiskal, pelemahan dolar AS akan bertahan.

Analis mengatakan kebijakan perdagangan Trump akan sangat penting untuk prospek valuta Asia.

Rupiah naik terhadap dolar AS seiring dengan kenaikan valuta regional Asia lainnya.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan para investor cenderung keluar dari aset berdenominasi dolar AS dan memilih mata uang negara-negara berkembang dan aset lainnya seperti logam mulia.

Pada awal perdagangan rupiah dibuka pada level 13.341. Pada pukul 10.00 rupiah berada pada level 13.340. Di akhir perdagangan rupiah berada pada tingkat 13.331, naik dari 13.341 dari level sebelumnya.

Kurs terakhir berbagai mata uang Asia terhadap dolar AS, tercatat sebagai berikut:

Dolar Singapura: 1,4036, naik dari 1,4052

Dolar Taiwan: 30,64, naik dari 30,65

Won Korea: 1.132,80, naik dari 1.133,70

Baht Thailand: 34,90, turun dari 34,85

Peso Pilipina: 50,26, naik dari 50,27

Rupee India: 66,78, turun dari 66,71

Ringgit Malaysia: 4,4430, turun dari 4,4410

Yuan Tiongkok: 6,8692, naik dari 6,8769

Di Tokio, yen terdepresiasi terhadap dolar AS jelang pidato Trump pekan ini.

Pasar mata uang diperkirakan akan mengalami turbulensi jika Trump menyulus isu sensitif mengenai kerjasama perdagangan AS. Dolar AS terakhir tercatat 112,66 yen, naik dari 112,64 yen sebelumnya.

Di London, euro tergerus melawan dolar AS karena kondisi politik di Eropa masih terus menjadi agenda. Pasar cemas calon pemimpin dari sayap kanan yang anti-Uni Eropa, Marine Le Pen, mungkin memenangkan pemilihan presiden mendatang di Prancis.

Kurs dolar AS terhadap valuta-valuta utama lainnya dapat dicatat sebagai berikut:

Yen Jepang: 112,18 turun dari 112,23

Franc Swiss: 1,0051 turun dari 1,0054

Dolar Kanada: 1,3192, turun dari 1,3196

Sterling terhadap dolar: 1,2412, turun dari 1,2416

Euro terhadap dolar: 1,0585, turun dari 1,0588

HARGA EMAS

Di Comex New York, harga emas tidak menentu pada pembukaan Selasa.

Kontrak Februari diperdagangkan pada level $1.253,70 per ounce, melemah $0,41.

Harga spot kitco pada pukul 13.19 GMT (20.19 WIB) tercatat $1.254,90 per ounce, naik 0,14%.

Di London, harga emas stabil saat pasar menunggu pidato Presiden AS yang diharapkan dapat memberikan kejelasan lebih lanjut tentang reformasi ekonomi.

Analis INTL FCStone Edward Meir dalam sebuah catatan mengemukakan, pergerakan harga emas akan dipengaruhi berbagai faktor.

Di antaranya kebijakan yang ditempuh Trump, ketidakpastian pemilu di Eropa, dan prospek penaikan Fed rate.

Di London, harga emas $1.251,46 per ounce, turun 0,1 persen dari penutupan sebelumnya di New York.

Harga perak tercatat $18,48 per ounce, turun 0,1 persen dibanding sebelumnya.

Di Singapura, harga emas tetap stabil setelah merosot di sesi sebelumnya.

Pasar masih fokus menantikan arah pidato Presiden AS Donald Trump untuk kejelasan lebih lanjut tentang kebijakan ekonominya.

Pasaran emas akan menguat bila Fed memperlambat penaikan rate. Pelemahan dolar AS juga akan meningkatkan daya tarik logam mulia ini.

Di Singapura, harga emas $1.253,93 per ounce, meningkat 0,1 persen dari penutupan sebelumnya di New York.

Di Tokio, kontrak benchmark April 2017 mencapai 4.523 yen per gram, melemah 1 dari penutupan sebelumnya. (Rtr/AP/AFP/ant/dyt)