Published On: Mon, Nov 21st, 2016

Pelajaran Bijak dari Serial Animasi Upin Ipin

upinipin

Baru-baru ini Indonesia sedang hangat diguncang dengan isu SARA yang tengah berkecamuk di bumi pertiwi. Sebuah bumbu bercita rasa politis dibungkus dengan sangat rapi, sehingga salah satu kelompok merasa benar dan berujung pada sebuah pembenaran sepihak yang tentu saja memukul semua golongan yang dianggap berseberangan dengan ideologi mereka. Disanalah, citra damai dan harmonis yang lekat di Indonesia pudar secara perlahan-lahan.

Kita sebagai warga negara yang baik, setidaknya harus mampu membaca keadaan secara cerdas dan bijak. Jangan sampai semboyan kebhinekaan yang ditanam cukup lama di bumi pertiwi ini terkikis hanya karena arogansi dari satu pihak. Hidup harmonis merupakan kunci meraih kunci keberhasilan. Ya, marilah kita belajar sejenak terkait pentingnya keharmonisan lewat analogi serial animasi Upin Ipin.

Serial animasi anak-anak yang diciptakan oleh orang Indonesia ini memberikan pelajaran kepada kita akan hidup yang harmonis. Meskipun hak cipta dari serial animasi tersebut telah dibeli oleh perusahaan Malaysia, tentu saja nuansa Indonesia tidak akan hilang dalam serial yang menampilkan sepasang bocah kembar yang polos dan kerap menghadirkan tawa.

Hal tersebut dibuktikan dengan beraneka tokoh yang disajikan dalam serial animasi Upin Ipin, dimana tokoh-tokoh dalam serial tersebut memiliki latar belakang etnis yang berbeda. Etnis melayu, china, India, dan sebagainya merupakan tokoh-tokoh yang dihadirkan dalam serial animasi Upin dan Ipin. Meski disajikan dengan bahasa Melayu, cerita-cerita hingga citra bernuansa Indonesia pun begitu kental dalam serial anak-anak ini.

Serial Animasi Upin Ipin Memberikan Pelajaran Bijak

Upin dan Ipin yang berlatarbelakang etnis melayu tetaplah seorang anak-anak yang tidak menunjukkan sikap saling membeda-bedakan meski harus berkawan dengan Jarjit Singh yang beretnis India, Mei Mei yang merupakan keturunan Tionghoa, bahkan Susanti yang merupakan anak perempuan yang berasal dari Indonesia.

Mengapa citra Indonesia begitu kental dalam serial animasi tersebut? Tentu saja, hanya Indonesia lah yang mampu merangkul semua etnis. Di bawah semboyan Bhinneka Tunggal Ika, semua etnis di bumi Indonesia bersatu padu untuk menggapai visi bersama.

Keharmonisan menjadi tombak untuk meraih tujuan bersama yang telah tergelar dalam poin-poin pada Pancasila dan UUD 45. Nah, marilah berbenah dan pupuk kembali rasa cinta tanah air kita agar keharmonisan selalu terjaga di bumi Indonesia. Jadilah, seorang manusia yang cerdas dan bijak. Lihatlah ke depan bahwa keharmonisan begitu indah, seperti bocah kembar dalam serial tersebut yang bahagia bermain kelereng dengan teman-temannya tanpa harus melihat latar belakang etnisnya.