Published On: Mon, Feb 27th, 2017

Pemerintah Harus Segera Berbuat Sesuatu Untuk Pencak Silat Jember

MENYIKAPI perkembangan pencak silat di Kabupaten Jember akhir-akhir ini memang semakin menakjubkan. Namun juga memprihatinkan. Menakjubkan karena banyak berdiri tempat -tempat latihan pencak silat di desa-desa. Hampir tiap kecamatan dan bahkan juga banyak bermunculan perguruan perguruan Pencak Silat lokal non formal yang tidak bisa terbendung. Adapun yang terdaftar di organisasi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jember ada 24 Perguruan Pencak Silat.

Ini menunjukkan bahwa Pencak Silat merupakan budaya asli bangsa Indonesia sangat dinikmati dan disenangi oleh masyarakat Jember. Mengapa mereka menikmati budaya asli bangsa Indonesia? Karena budaya bangsa bisa menunjukkan sifat atau karakter dari manusia di suatu bangsa itu sendiri. Manusia pencak silat itu sangat senang dengan kerukunan, tolong menolong, saling menghormati, saling menyayangi, saling mempercayai.

Dan, perguruan pencak silat juga mendidik seseorang untuk mempunyai sifat pemberani karena benar dan takut karena salah. Mengalah dalam urusan yang sepele dan bertindak dalam urusan yang prinsip dan selalu membuat kedamaian di sekelilingnya. Inilah sebenarnya yang diajarkan di pencak silat, dengan membentuk “watak” atau “mental” yang sesuai dengan Kepribadian bangsa Indinesia. Pelajaran ini tidak di dapat di sekolah sekolah. Tetapi di luar sekolah yang dilakukan oleh seorang pendekar silat.

Pendekar Pencak Silat di masyarakat betul-betul orang yang sangat teruji dan mempunyai dedikasi yang tinggi dalam mengembangkan ajaran. Karena walaupun tidak mendapat upah atau bayaran, pendekar tetap ikhlas mengajarkan ilmunya sampai kelapisan masyarakat yang paling bawah. Tanpa mengenal batas waktu, karena yang dicari seorang pendekar adalah sangunya mati.

Dilihat dari prestasi dalam olah raga di Kabupaten Jember, olah raga pencak silat masih bisa diandalkan. Contoh di Kejuaraan POPDA 2016 kemarin Jember bisa menyumbangkan 3 emas dari total 5 emas yang didapat dari atlit atlit olah raga Kabupaten Jember. Mereka semua berasal dari siswa-siswa yang berasal dari sekolah sekolah setingkat SMA sederajat di Jember.

Sementara itu, ada sekolah di Jember yang belum mau menerima pencak silat sebagai kurikulum muatan lokal. Walaupun sebenarnya sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Ibhun 2007 ‘Tentang Pencak Silat yang masuk menjadi kurikulum muatan lokal. Sekolah masih ada yang senang dengan olah raga bela-diri yang berbau import, karena mereka beranggapan yang impor ini justru yang hebat. Sebenarnya kalau melihat dari hasil POPDA 2016 dan tempat latihan Pencak Silat yang sampai ke pelosok-pelosok desa di Kabupaten Jember, bela diri import belum bisa dikatakan hebat dalam perkembanganya di Jember. Dan, persepsi ini harus diluruskan agar anak anak bangsa ke depan, bangga dengan bela diri asli dari nenek moyangnya sendiri yaitu Pencak Silat.

Kalau Dinas Pendidikan menjalankan Perda Tahun 2007 Tentang Pencak Silat Sebenarnya ini relevan dengan harapan Ibu Bupati Jember Ibu dr Faida M M R. Beliau selalu menyampaikan kepada masyarakat Jember untuk bisa menggunakan produk produk lokal dalam semua kegiatan.
Kalau harapan Ibu Bupati ini di jalankan oleh Dinas Pendidikan maka generasi penerus bangsa akan lebih paham dan mengerti tentang karakter dari bangsa Indonesia sendiri bukan karakter budaya asing.

Pembinaan Pencak Silat di Kabupaten Jember memang sangat memprihatinkan, karena atlet atlet yang seharusnya sudah di pegang oleh induk organisasi IPSI dan sudah mendapatkan latihan latihan dari pelatih yang berlabel daerah. Ternyata masih harus di titipkan di induk peguruanya masing masing. Sehingga ini akan mempengaruhi kecepatan dan kekuatan dari atlet itu sendiri. Dampaknya seorang atlet setelah menjadi juara di daerah banyak yang tidak bisa berjaya di tingkat nasional karena latihannya tidak ditangani dengan baik, betul dan benar.

Ini permasalahanya karena kendala anggaran dan pembinaan dari Pemerintah Daerah. Sehingga kita mengimbau untuk Dinas Kepemudaan dan Olah
Raga Jember betul betul bisa memprogramkan kegiatan bukan hanya di pertandingannya saja. Tetapi sampai dengan pembinaan atlet bersama sama dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) bahkan kalau perlu ada Pembinaan ke perguruan Pencak silat yang ada di Jember.

Pembinaan ke Perguruan Pencak silat yang dilakukan Pemerintah Daerah sangat di harapkan. Dengan adanya pembinaan maka kegiatan Perguruan Pencak silat bisa lebih di berdayakan dan terarah, contoh kecil aja Tahun Baru kemarin Kepolisian Sektor Ambulu menggandeng Perguruan Persaudaran SU Terate untuk diajak mengamankan acara Tbhun Baru di wilayah Ambulu. Alhamdulillah acaranya bisa berjalan sukses dan lancar.

Dalam Rangka Kegiatan kegiatan sosial atau Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jember, Pencak Silat perlu digandeng. Karena masanya selain banyak pencak silat juga butuh keseimbangan. Karena yang dikerjakan tiap hari adalah berlatih menendang, memukul, menangkis dan menghindar. Pencak silat perlu dibuatkan kegiatan yang menyentuh masyarakat langsung seperti Kerja bakti bersih-bersih sungai, bersih-bersih tempat tempat umum, donor darah, penanaman pohon dan lain lain. Istilahnya “Memayu I Iayun-ing bawana” artinya mencipta-kan kedamaian lingkungan dunia.

Hemat penulis Belajar pencak silat selain untuk Olah Raga Prestasi, melestarikan budaya bangsa dan menambah saudara juga sangat baik untuk kesehatan fisik dan kesehatan mental karena didalamnya ada olah raga dan bisa belajar tentang arti kehidupan.

* Ketua Pencak Silat PSHT Cabang Jember dan Wakil 2 IPSI Jember.

H JONO WASINUDIN SKEP Msi