Published On: Fri, Jul 3rd, 2015

Pemerintah Rela Rogoh Kocek Rp 60 Miliar Demi Domain .id

Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) hingga saat ini masih terus memperjuangkan penggunakan domain Indonesia atau yang dikenal dengan .id.

Di bawah kepemimpinan Menteri Rudiantara, bahkan kominfo sendiri siap untuk mengeluarkan dana sebesar 60 miliar Rupiah untuk hal tersebut.

Menteri Kominfo Rudiantara menyebutkan bahwa dengan uang 60 miliar Rupiah tersebut dapat membantu hingga 1 juta pendaftaran domain .id. Hal ini dikatakan pada sebuah diksusi dengan Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI) dengan rincian bahwa; jika setiap domain dibandrol dengan harga 50 ribu Rupiah, plus 10 ribu Rupiah untuk ongkos pemasangan.

“Pemerintah akan fasilitasi, kalau hitung-hitungan bisa seperti itu, berarti kita butuh Rp 60 miliar untuk sejuta domain. Kalau cuma Rp 60 miliar, bisa kita masukkan ke dalam budget tahun depan atau kalau dimungkinkan bisa di RAPBN tahun ini,” jelas Rudiantara saat ditemui oleh salah seorang wartawan Liputan 6 usai pemaparan Rencana Strategi Kementerian Kominfo, Jakarta.

Meskipun hal tersebut terlihat seperti sebuah pemaksaan, namun Rudiantara mengatakan kalau penggunaan domain .id ini akan memberikan banyak keutungan bagi setiap pihak. Keuntungan yang bisa diraih seperti trafik dalam negeri yang meningkat dan juga akses layanan yang menjadi lebih cepat.

“Saya lebih senang membelanjakan Rp 60 miliar untuk mempromosikan sejuta .id. Efisiensinya lebih banyak daripada program-program lain yang benefit-nya tidak terukur,” katanya.

Ia juga menegaskan kalau tidak ada kepentingan bisnis sama sekali yang ditanamkan di dalamnya. Hal ini ia buktikan dari bantuan pemerintah kepada promosi domain .id tersebut.

Selain peningkatan trafik sendiri, ternyata penggunakan domain .id juga berguna untuk sistem pengawasan dalam negeri. Dengan adanya domain .id yang didaftarkan menggunakan KTP, tentu saja pemerintah akan menjadi lebih mudah untuk memonitoring dan mengawasi situs-situs apa saja yang diakses oleh masyarakat.