Published On: Fri, Feb 12th, 2016

Pemkot Semarang Larang Penjualan Minyak Curah, Pedagang Kecewa!

yohanes chandra ekajaya

Minyak goreng curah sudh banyak beredar sejak dulu sebelum diadakan aturan terbaru ayng akan mulai diterapkan di wilayah administratif Kota Semarang, Jawa Tengah. Mulai bulan depan, Kota Semarang akan melarang siapapun untuk menjual belikan minyak curah. Hal ini tentunya sudah tercantum pada Permendag Nomor 80/2014.

Nurjanah selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Semarang, mengatakan bahwa permendag itu menyebutkan kandungan yang ada di minyak goreng curah memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi, sehingga membahayakan kesehatan.

“Padahal kami sudah memberikan info kepada pedagang akan hal ini,” kata Nurjanah di Semarang seperti yang Berita Benar lansir dari Liputan6, Kamis (11 Februari 2016).

Untuk peraturan larangan ini akan mulai di berlakukan 27 Maret 2016. Sebagai bentuk sosialisasi, maka Pemkot Semarang akan mengawasi seluruh pedagang kelontong di pasar maupun di kampung-kampung. Pemkot Semarang akan mulai berjalan mensosialisasikan ini mulai dari kelurahan. Walau begitu, Nurjanah juga mengakui sosialisasi ini terasa sia-sia karena tak semua kelurahan meneruskan sosialisasi itu ke masyarakat.

Salah satu pedagang minyak curah, Suroto mengungkapkan keuntungan yang dia dapatkan menjual minyak perharinya bisa terjual hingga puluhan liter. Suroto menganggap larangan yang dikeluarkan Pemkot ini merupakan tindakan semena-mena.

“Setelah minimarket masuk kampung, sekarang pedagang kelontong di kampung juga enggak boleh jualan ini-itu. Ada apa ini?” kata Suroto dikutip dari Liputan6.