Published On: Fri, Feb 24th, 2017

Pemprov Selidiki Cabai Impor India dan Tiongkok

BERITABENAR-Merebaknya cabai impor dari India dan Tiongkok di pasaran Jawa Timur membuat pemerintah provinsi (pemprov) Jatim bergerak cepat untuk melakukan antisipasi. Bahkan, pemprov menggandeng Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya untuk ikut mengecek kandungan di dalam cabai impor tersebut apakah aman untuk dikonsumsi.

Wakil Gubernur Saifullah Yusuf mengatakan bahwa cabai impor kering yang ditemukan di lapangan saat ini harus dilakukan uji laboraturium apakah mengandung zat berbahaya seperti pewarna merah (rhodamin) atau bahan pengawet (formalin).

“Saya harap, besok (hari ini, Red), kita sudah tahu hasilnya. Untuk itu, BBPOM Surabaya segera melakukan uji lab atas cabai yang dikirim oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dis-perindag) Jatim. Ini sesuai dengan keinginan pak Gubernur (Soekanvo, Red),” kata wagub yang akrab disapa Gus Ipul, Kamis (23/2).

Tak hanya pengujian terhadap kandungan di dalam cabai kering impor, Gus Ipul juga meminta kepada Disperindag Jatim untuk melakukan investigasi peredarannya. Sebab, cabai impor yang termasuk produk hortikultura tidak bisa sembarangan masuk ke Indonesia, khususnya Jawa Timur.

Dia menjelaskan bahwa ada dua macam jenis impor produk atau Alat Pengenal Importir (API). Yakni API-P dimana impor barang untuk produksi (industri), serta API-U untuk impor produk yang diperjualbelikan secara umum kepada masyarakat.

“Sebenarnya impor cabai jauh sebelumnya sudah terjadi. Untuk sekarang, kalau cabai diperuntukkan bagi masyarakat umum (API-U), maka tidak ada masalah. Tapi sebaliknya, jika ini untuk industri (API-P), berarti peredaran ini menyalahi aturan. Ini yang harus dicari dan diinvestigasi,” bebernya.

Untuk diketahui, cabai rawit kering yang diimpor dari Tiongkok diketahui ber-merk MEY. Sedangkan yang dari India menggunakan merk dagang PJ. Untuk cabai dari India, dibeli pedagang pasar Rp 58 ribu per kg dan dijual lagi ke masyarakat Rp 70 ribu per kg. Sedangkan untuk cabai Tiongkok, dibeli pedagang pasar Rp 42 ribu per kg dan dijual lagi ke masyarakat Rp 50-60 ribu per kg.

(bae/jay)