Published On: Mon, Nov 30th, 2015

Peneliti Washington Temukan Fakta Mengapa Ular Tidak Kehilangan Kakinya!

Peneliti Washington melakukan analisa fosil tengkorak yang berusia 90 juta tahun di Argentina. Penelitian ini dilakukan untuk memecahkan teka-teki evolusi bagaimana ular bisa kehilangan kaki.

Seperti hasil penelitian yang sudah diterbitkan di Jurnal Science Advances, ular yang kehilangan tungkai mereka ketika leluhur mereka berevolusi untuk hidup dan berburu di liang. Hal itu masih banyak dilakukan ular-ular hingga sekarang.

Selain itu, beberapa ilmuwan mengungkapjan bahwa tungkai yang hilang pada ular itu, karena ular harus beradaptasi untuk berenang di samudra, walaupun hipotesis yang berlaku umum tentang evolusi ular adalah bahwa pendahulu mereka hidup dalam liang di daratan.

Tapi, beda halnya dengan studi terbaru yang menggunakan CT scan untuk memeriksa tulang bagian dalam telinga Dinilysia patagonica, reptil sepanjang dua meter yang berhubungan dekat dengan ular-ular modern. Setelah itu, dengan menggunakan hasil scan itu mereka membangun model-model 3D virtual untuk membandingkan telinga bagian dalam fosil dengan telinga bagian dalam kadal dan ular modern dan menemukan bahwa telinga ular yang sudah punah itu punya ciri khas binatang yang hidup dalam liang di daratan. Menariknya, pada Ruang depan dalam telinga Dinilysia patagonica besar dan membulat, meningkatkan kepekaan terhadap getaran berfrekuensi rendah menurut para peneliti.

Seperti yang Berita Benar kutip dari Xinhua, penulis dari hasil studi itu mengungkapkan bahwa ular itu bisa kehilangan kaki sebenarnya sudah lama menjadi misteri bagi para ilmuwan, tapi hal ini tampaknya sudah terjadi dari leluhur mereka. Dengan adanya penelitian itu, para ilmuwan yakin bisa membantu para ilmuwan mengisi kesenjangan dalam cerita evolusi ular, dan mengonfirmasi Dinilysia patagonica sebagai ular penggali liang terbesar yang pernah diketahui.