Published On: Wed, Mar 1st, 2017

Pengusaha Mamin Jangan Cuma Jago Kandang Aja

BERITABENAR-INDUSTRI makanan dan minuman (mamin) nasional berharap bisa melebarkan penjualannya sampai ke pasar Eropa, khususnya Jerman. Salah satu caranya dengan memanfaatkan kerja sama Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (Ekonid).

Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Lena Prawira mengatakan, akan mendorong seluruh anggotanya untuk melebarkan pasarnya ek-pornya ke Eropa. “Kita ajak perusahaan nasional agar bisa mengikuti kegiatan Ekonid dengan harapan bisa meningkatkan bisnis dan mengenalkan produk kita ke luar” kata Lena kepada Rakyat Merdeka usai Presentasi Drinktec 2017 dan Industri Minuman di Jakarta, kemarin.

Dia menegaskan, pasar mamin dalam negeri sudah sangat baik. Karena itu, sudah saatnya perusahaan mamin lokal untuk meningkatkan penjualan ekspornya. Apalagi, produk mamin Indonesia kualitasnya tidak kalah dengan produk luar.

Dia menyayangkan, pengusaha hanya fokus pada pasar dalam negeri. Alhasil, produk-produk
mamin Indonesia kurang terkenal di pasar Eropa. “Ke depannya. perusahaan lokal jangan cuma jago kandang tapi harus menunjukkan taringnya di luar,” katanya.

Menurut dia. berdasarkan data Euromonitor International, ekspor produk minuman ringan asal Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lain. Sepanjang 2016, total volume penjualan minuman kemasan Indonesia didunia berada dikisaran 26,026 juta liter per tahun.

Jumlah penjualan tersebut tertinggal dibandingkan Brazil yang mencapai 26. 6 juta liter per tahun. Sedangkan. Amerika Serikat menjadi negara dengan penjualan sebesar 114.755 juta liter per tahun.

Karena itu, kata Lena, saat ini waktunya perusahaan mamin memikirkan penjualan ekspor. “Kita sih berharap produk nasional bisa promosi ke Eropa, saya lihat merek Orang Tua Grup atau Sostro harusnya sudah perlu ikut berbagai banyak kegiatan di luar ” ujar Lena.

Kepala Departemen Pameran Dagang Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (Ekonid) Prieta Perthantri mengatakan, mewakili MesseMuenchen GmbH bakal menggelar pameran industri makanan ringan dan cair di Jerman. Diharapkan banyak pengusaha mamin yang bisa mengikuti acara tersebut dengan tujuan mengenalkan produk-produk Indonesia di Eropa.

Menurut dia. pameran tersebut akan digelar pada 111-15 September 2017. Prieta menambahkan, pameran ini sudah sangat dikenal pengusaha di seluruh dunia. Sehingga, setiap penyelenggaraannya dihadiri ribuan calon pembeli potensial, serta ratusan produsen makanan dan minuman dari berbagai negara.

Untuk diketahui, Indonesia merupakan mitra dagang terbesar kelima Uni Eropa untuk kawasan Asia Tenggara. Tapi sayangnya, Indonesia hanya menduduki peringkat ke-30 dalam perdagangan Uni Eropa secara global pada 2016.

Pada tahun sebelumnya, nilai perdagangan Uni Eropa dan Indonesia mencapai 23 J miliar Euro atau sekitar Rp 336 triliun. Dengan rincian, ekspor Uni Eropa mencapai 10 miliar Euro atau Rp 143 triliun dan impor 15,4 miliar Euro atau sekitar Rp 220,23 triliun.