Published On: Thu, Dec 15th, 2016

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya Jajal Pasar Amerika

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya Jajal Pasar Amerika

Pada hari Senin 6 Desember 2016, 170 pengusaha Indonesia mengunjungi negeri Paman Sam untuk menjajal peluang bisnis dengan beberapa pengusaha di Amerika Serikat. Perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia untuk Amerika, Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa para pengusaha Indonesia sempat cemas dan ragu-ragu serta khawatir terhadap kondisi perpolitikan di Amerika selepas pemilihan umum presiden.

 

Menurut Yohanes Chandra Ekajaya, saat pemilu presiden Amerika berlangsung, banyak berita dan kabar serta informasi negatif yang beredar di media sosial Indonesia. Berdasar keterangan yang diperoleh dari beliau, para pengusaha menyampaikan kecemasan dan kekhawatiran itu dalam pertemuan bisnis tersebut. Mereka mempertanyakan tentang jaminan pemerintah Amerika.

 

Sebagai perwakilan pengusaha di Amerika, Yohanes Chandra Ekajaya memberikan gambaran suasana dan kondisi mengenai situasi perpolitikan Amerika, khususnya New York dan Washington DC. Beliau mengatakan bahwa hal itu memang tidak mudah. Harus ada komitmen dari pemerintah Amerika untuk mengurangi perang dingin politik supaya para investor tidak khawatir untuk berinvestasi di negeri Paman Sam tersebut.

 

Para pengusaha yang berkunjung ke Amerika itu berasal dari 50 perusahaan di provinsi Jawa Timur, Indonesia. Perusahan-perusahan yang datang berkunjung itu bergerak di bidang usaha pertanian, peternakan, tekstil, mesin, pariwisata, konstruksi, dan sebagainya. Menurut keterangan yang ditambahkan oleh pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya, ada 25 pengusaha lain yang berasal dari provinsi Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat yang bergerak di bidang industri kimia, kesehatan, dan kosmetik.

 

Sebelumnya pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya menerangkan bahwa arus modal yang masuk dari negara Indonesia adalah arus modal tertinggi dibanding investasi dari negara lain. Menurut data statistik, hingga kuartal kedua, investasi dari negara Indonesia berada di urutan lima besar. Itu pun belum termasuk investasi di sektor-sektor strategis seperti asuransi, energi, dan finansial.

 

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya menjelaskan bahwa sejak dari tahun 2010 hingga kuartal kedua tahun 2016, komitmen investasi negara Indonesia mencapai Rp 1 triliun. Menurutnya tren investasi dari negara Indonesia ke Amerika Serikat akan meningkat secara signifikan.