Published On: Mon, Jan 25th, 2016

Penyelesaian Proyek Kereta Cepat Bandung Serap 39.000 Tenaga Kerja

Proyek yang akan melibatkan kereta untuk rute Jakarta-Bandung dinilai akan memiliki multiplier effect yang sangat luas. Pembangunan kereta cepat itu juga akan sejalan dengan rencana pembangunan infrastruktur pemerintah yang akan mulai dicanangkan pada awal 2016.

Hanggoro Budi Wiryawan selaku Direktur Utama PT kereta cepat Indonesia China (KCIC) mengatakan bahwa untuk pembangunan infrastruktur itu nantinya akan diberikan stimulus dalam pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan yang ditargetkan mencapai 5,5 persen di tahun 2016.

“Proyek untuk pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung akan dilakukan menyusul diluncurkannya sejumlah pembangunan infrastruktur yang akan berlangsung di berbagai daerah oleh presiden,” kata Budi seperti yang Berita Benar lansir dari Kompas, Kamis (21 januari 2016).

Mekanisme pengelolaan proyek ini nantinya akan melibatkan 39.000 tenaga kerja dengan rincian 20.000 pekerja konstruksi dan pembangunan Transit Oriented Development (TOD) mencapai 28.000 pekerja.

“Dari pihak KCIC, untuk proses awal mereka akan mengadakan 11 EMU, dimana satu set terdiri dari delapan kereta. Setiap kereta itu mampu mengangkut 593 orang sekali jalan atau dalam situasi puncak dapat digabungkan menjadi dua set sehingga total 1.000 penumpang,” papar Budi.

Dalam pembangunan kereta cepat ini, Pemeritah juga melibatkan empat perusahaan konsorsium BUMN. Antara lain PT Wijaya Karya, PT Jasa Marga, PT Kereta Api Indonesia dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII. Seluruh perusahaan yang bergabung pun sudah membentuk PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia yang selanjutnya berkolaborasi dengan konsorsium China yang mendirikan perusahaan patungan dengan nama PT kereta cepat Indonesia China (KCIC).