Published On: Thu, Aug 6th, 2015

Perdana Mentri Malaysia Pastikan Serpihan Pesawat Milik MH370

Terkait penemuan serpihan pesawat di Pulau Reunion, Najib Tun Razak selaku Perdana Menteri Malaysia memastikan jika serpihan komponen tersebut merupakan milik pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang tahun lalu.

Seperti yang dikutip dari antaranews (6/8/2015), dalam keterangan pers di Putra World Trade Center (PTWC), najib mengungkapkan “Kini kita mempunyai bukti fisik pesawat yang hilang itu berakhir di selatan Samudera Hindia”.

Selain itu, dalam keterangan pers tersebut Najib juga menjelaskan jika tim penyelidik internasional telah melakukan penyelidikan di sebuah laboratorium di Toulese, Prancis. Dari hasil penyelidikan tersebut akhirnya dapat dipastikan jika serpihan yang ditemukan tersebut merupakan milik pesawat MH370.

Dalam acara tersebut, Perdana Mentri Malaysia Najib pun menjamin jika pemerintah malaysia akan terus berkomitmen untuk mencari penyebab terjadinya tragedi pesawat MH370 tersebut.

“Saya berharap dengan pengesahan ini, sungguhpun tragis dan menyedihkan, namun pada akhirnya membawa kepastian kepada keluarga dan insan tercinta sebanyak 239 orang yang berada dalam penerbangan MH370,” ungkapnya.

Sementara itu, dari sisi keluarga korban tragedi tersebut berharap agar misteri hilangnya pesawat MH370 dapat terungkap secara jelas dan menyeluruh. “Penemuan puing MH370 di Pulau Reunion, baru awal bukan akhir dari penyelidikan, tentang hilangnya pesawat itu. Kami berharap mendapat informasi utuh tentang bagaimana pesawat itu hilang, jatuh, di mana keberadaannya, dan di mana seluruh penumpang serta kru-nya,” ungkap Jiang Hui yang merupakan salah seorang keluarga korban pesawat yang hilang.

“semua informasi itu penting bagi kami, setelah kami menunggu sekian lama tentang keberadaan keluarga kami, ayah kami, yang hilang bersama pesawat tersebut.” tambahnya.

Selain itu, Jiang Hui pun berharap jika nantinya akan ada penjelesan yang logis dan dapat menjelaskan secara rinci bagaimnana peawat tersebut hilang, jatuh sekaligus keberadaan para awak dan juga penumpangnya.

Pada tanggal 8 Maret 2014 yang lalu, pesawat yang memiliki rute penerbangan daru Kuala Lumpur ke Beijing dengan 239 penumpang tersebut hilang kontak.