Published On: Mon, Feb 27th, 2017

Perlu Revitalisasi Konten dan SDM

BERITABENAR-Komisi I DPR RI melakukan Rapat Dengar Pendapat bersama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Jawa Barat dan RRI Cirebon, di Gedung RRI Cirebon, Sabtu (25/2). Kegiatan itu dalam rangka fungsi pengawasan terhadap mitra kerja di Komisi I DPR RI. Karena dalam waktu yang bersamaan, DPR RI juga tengah melakukan revisi mengenai UU Penyiaran.

Dalam Rapat Dengar Pendapat itu, hadir sekitar delapan orang Anggota Komisi I DPR RI, yakni Dave Akbarshah Fikarno dari Fraksi Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi Fraksi Golkar, Tuti N Roosdiono dari Fraksi PDIP, Andreas Hugo Pareira dari Fraksi PDIP, Djenri Alting Keint Fraksi PDIP, Martin Hutabarat Fraksi Gerindra, Dr Nurhayati Ali Assegaf MSi dari Fraksi Demokrat, dan Dra Hj Ida Fauziyah Fraksi PKB.

Dave Akbarsyah Fikarno Laksono, selaku yang mewakili pimpinan rombongan Komisi I DPR RI mengatakan, keberadaan LPP TVRI dan RRI harus kembali direvitalisasi. Lantaran kedua lembaga penyiaran milik publik itu, menjadi lembaga penyiaran tertua di Indonesia. Saat ini, DPR RI tengah membentuk panitia kerja untuk menyatukan kembali kedua lembaga penyiaran itu. “Dampaknya saya rasa akan luar biasa ke TVRI dan RRI. Kita juga harapkan ada revitalisasi, baik dari sisi konten dan juga Sumber Daya Manusia,” ucapnya.

Menurut Dave, peranan LPP TVRI dan RRI juga sangat penting membantu pemerintah dalam menetralisir berita-berita hoax yang dapat memecah belah bangsa. Karena kedua lembaga penyiaran itu, berfungsi untuk memberikan pelayanan informasi, komunikasi dan hiburan bagi masyarakat di daerah-daerah. Maka dari itu, DPR RI mendorong adanya inovasi bagi kedua lembaga itu, untuk memberikan hiburan dan informasi yang bermutu bagi masyarakat.

“Apalagi saat ini, apabila nanti setelah revisi UU Penyiaran yang bakal segera rampung, semua lembaga penyiaran harus beralih dari analog ke digital,” ucap pria yang juga ketua DPD Golkar Kabupaten Cirebon itu.

Sementara itu, Anggota DPR RI lainnya, Bobby Adhityo Rizaldi meminta kepada pimpinan TVRI dan RRI agar menjelaskan adanya hubungan pengurangan anggaran biaya produksi terhadap audience sharing dari dua lembaga penyiaran itu.

Hal itu, kata dia, akan sangat berguna untuk disampaikan kepada Kementerian Keuangan dalam menambah anggaran bagi LPP TVRI dan RRI. Dalam kesempatan itu, kedua pimpinan TVRI dan RRI juga hadir. Yakni Udin Syafrudin selaku kepala RRI Cirebon dan Riyanto kepala TVRI Jawa Barat. “Sejauh ini, sarana dan prasarana yang dimiliki sudah cukup bagus, namun kita masih belum punya peralatan digital masih analog semua. Ditambah kita belum memiliki satelit untuk siaran di luar gedung, karena kualitasnya akan lebih jernih,” tukas Kepala RRI Cirebon, Udin Syafrudin. (jml/adv)