Published On: Mon, Mar 6th, 2017

Pilgub DKI Putaran 2, SBY Ditinggalin Koalisi Cikeas

BERITABENAR– Di putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017, suara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sepertinya tidak didengar lagi oleh partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Cikeas. Partai-partai menganggap, setelah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Mumi tersingkir di putaran pertama, Koalisi Cikeas dengan sendirinya bubar.
PPP kubu Romahurmuziy (Romi) akan menentukan sikapnya pekan depan, apakah mendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno atau Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djaort Saiful Hidayat.

“Kamis malam kemarin kami menggelar rapat pengurus harian untuk melakukan penyerapan aspirasi dari seluruh komponen pengurus harian. Pekan depan kami lakukan finalisasi mendengar masukan pengurus wilayah dan cabang se-DKJ serta pemangku kepentingan, khususnya sesepuh dan ulama partai.

Kami berharap, pekan depan sudah mengambil keputusan akan kemana di Pilgub DKI putaran kedua,” kata Romi, panggilan akrab pria ini.

Walau belum mengambil ke-putusan, katanya lagi, untuk menentukan pasangan mana yang akan didukung, salah satu pertimbangannya adalah aspirasi umat Islam, termasuk kalangan orang Islam, “sudah pasti aspirasi umat dan ormas Islam akan kami dengar, karena PPP adalah partai umat dan kita membutuhkan seorang Gubernur yang betul-betul siap memimpin Jakarta tanpa membuat kegaduhan dan persoalan,” tuturnya.

Sementara itu, PPP kubu Djan Faridz yang sejak putaran pertama Pilgub DKI mendukung A-hok-Djarot akan menggelar pengajian keliling kampung untuk mengkampanyekan pasangan
Ditinggalin Koalisi Cikeas…

petahana ini. Untuk itu, dia akan menggerakkan timnya. “Saya punya tim bekerjasama dengan pengurus-pengurus NU akan keliling ke kampung-kampung bikin pengajian dan kasih penjelasan ke masyarakat,” kata Djan Faridz di sela-sela acara syukuran bersama anak yatim di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Dia mengaku sudah bertemu dengan kelompok pengajian di kawasan DR Sahaijo, Jaksel. Dia menjelaskan kenapa harus mendukung dan memilih Ahok-Djarot.

“Alasannya, Ahok-Djarot punya kontrak politik dengan saya. Dia berjanji, ustadz-ustazah, marbot masjid, imam masjid akan diberi gaji bulanan. Masjid dan musholah dirawat oleh Pemda DKI, termasuk pengadaan listrik dan air,” tuturnya.

Diungkapkannya, Ahok juga berjanji akan buat Islamic Cen-ter dan akan menutup tempat-tempat hiburan selama bulan puasa. Menurutnya, hal tersebut layak menjadi alasan untuk mendukung Ahok-Djarot di Pilgub DKI putaran kedua.

Ahok-Djarot Cuti Lagi

Gubemur/Wagub DKI Ahok-Djarot akan kembali mengajukan cuti untuk dapat bertarung di putaran kedua Pilgub DKI, seiring keputusan KPU DKI tentang masa kampanye putaran kedua yang
dimulai tanggal 7 Maret 2017.

Ahok menyatakan, surat pengajuan cuti akan dikeluarkan Senin (6/3) hari ini. Terkait strategi kampanye, menurutnya di putaran kedua ini tinggal melakukan penajaman visi misi saja.

Komisioner KPU DKI Betty Epsilon Idroos mengatakan, kampanye putaran kedua akan mulai dilaksanakan pada tanggal 7 Maret sampai 15 April 2017.

Dalam agenda kampanye tersebut, jelasnya, terdapat jadwal debat terbuka yang akan diikuti oleh Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga Uno.

Sedangkan untuk berkampanye di media massa, tambah Betty, kedua pasangan calon ini diperbolehkan terhitung mulai tanggal 9 April hingga 15 April 2017.

“Selanjurnya, akan memasuki masa tenang dari tanggal 16 sampai 18 April,” terangnya.
Di tanggal 12 sampai 18 April, KPU DKI juga akan mensosialisasikan kepada para pemilih terkait pemungutan suara. Dan pelaksanaan pemungutan suaranya digelar pada tanggal 19 April 2017.

“Rekapitulasi, penetapan dan pengumuman hasil perhitungan suara tingkat provinsi tanggal 29 April-1 Mei 2017. Penetapan Gubernur/Wagub DKI terpilih tanpa Permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) tanggal 5-6 Mei 2017,” paparnya.*JJ/SOF