Published On: Mon, Mar 6th, 2017

Pilkada Serentak 2018 Butuh Rp 321 Miliar

BERITABENAR-Pilkada Serentak 2018 akan diselenggarakan di empat kota yaituKota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Lebak dan Kota Serang. Sejenak kita lupakan ingar bingar Pilgub Banten. Empat kabupaten/kota di Banten, yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kabupaten Lebak dan Kota Serang bakal menggelar pilkada serentak pada 2018 mendatang. Lebih dari separuh atau 58,7% pemilih dari total 7.734.485 pemilih di Banten bakal kembali berpartisipasi dalam Pilkada yang diperkirakan digelar Juni 2018.

Dari informasi yang berkembang, kabupaten/kota sudah menyiapkan anggaran untuk suksesnya pilkada. Secara keseluruhan, pilkada serentak di empat kabupaten/ kota bakal menelan atau membutuhkan anggaran sekitar Rp321 miliar. Anggaran tersebut belum termasuk anggaran pengawasan di Pan-waslu kabupaten/kota.

Tidak ketinggalan, sejumlah nama yang bakal maju pada pilkada sudah mulai dielus dan disebut partai politik, termasuk oleh sejumlah elemen masyarakat.

Pada Pilkada Kota Serang, anggaran yang bakal dialokasikan diperkirakan Rp39 miliar untuk seluruh tahapan. Sebelumnya, TAPD dan DPRD Kota Serang telah menyetujui anggaran senilai Rp5,4 miliar lebih untuk pelaksanaan tahapan Pilkada 2018 yang telah masuk dalam APBD 2017. Sementara sisanya sebesar Rp33 miliar lebih baru akan dianggarkan pada APBD 2018.

“Iya, untuk anggaran Pilkada Kota Serang 2018 diprediksi menelan biaya Rp39 miliar. Kami mengajukan dalam dua tahap. Kalau tidak salah Rp5,4 miliar pada 2017 dan sisanya APBD 2018,” kata Komisioner KPU Kota Serang, Fierly M Mabrury.

Kepala Sub Bagian Program dan Data KPU Lebak, Syamsu Rizal mengatakan, anggaran Pilkada Lebak diusulkan senilai Rp72 miliar. Sejauh ini yang sudah teranggarkan sebesar Rp 15 miliar.

Fierly mengatakan, anggaran yang disetujui pada 2017 tersebut meliputi kebutuhan untuk tahapan awal persiapan pilkada serta pembentukan PPK dan PPS. Sebab, persiapan pilkada harus sudah dilaksanakan 10 bulan sebelum hari pemungutan suara yang diproyeksikan pada Juni 2018. “September atau Oktober 2017 sudah pembukaan tahapan awal Pilkada Kota Serang, seperti perekrutan dan sosialisasi,” ujar Fierly.

Sekretaris KPU Kabupaten Tangerang, Ahmad Hafid mengatakan, kebutuhan Pilkada serentak 2018 senilai Rpl32 miliar. Dana tersebut digunakan untuk keperluan seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi calon sampai pembayaran honor petugas penyelenggara. “Kebutuhan anggaran itu untuk lima pasangan calon bupati dan wakilnya, termasuk adanya kemungkinan putaran kedua,” kata Hafid.

Ia mengatakan, Pemkab Tangerang baru akan mengge lontorkan anggaran pada APBD 2017 senilai Rp20 miliar, dan sisanya akan diberikan tahun berikutnya. “Tahapan pilkada dimulai pada September tahun 2017. Bulan Oktober baru akan merekrut petugas PPK,” ucap-
nya.

Diperkirakan jumlah PPK pada Pilkada Kabupaten Tangerang sebanyak 1.300 orang. “Di Kabupaten Tangerang ada 274 kecamatan. Satu PPK diperlukan 5 orang. ladi kebutuhan Rpl32 miliar itu, 80 persennya memang untuk bayar honor petugas di bawah,” ungkapnya.

Pencairan dana tahap awal sebesar Rp20 miliar dari Pemkab Tangerang, kata Hafid, sampai saat ini belum diterima lantaran belum dilaksanakan penandatangan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD).

“Besok (hari ini), kami akan rapat dengan Kesbang Pol, untuk menjadwal penandatangan NHPD, sekaligus adanya pembahasan ulang kebutuhan anggaran pilkada. Karena hitung-hitungan kami Rp 132 miliar itu menggunakan standar APBD dan sekarang kebutuhan itu harus menggunakan standar APBN. Jadi ada kemungkinan berubah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Tangerang, Sanusi mengaku belum mengetahui kepastian berapa anggaran yang disetujui Pemkot Tangerang. Namun pihaknya telah mengusulkan anggaran ke pemkot senilai Rp78 miliar. “Informasi yang kami terima dari usulan Rp78 miliar, pemkot hanya menyetujui Rp60 miliar. Karena sesuai aturan tidak ada putaran kedua,” ungkapnya.

Saat ini, kata Pane (biasa Sanusi Pane dipanggil, red), dia dan jajarannya masih menunggu kesiapan pemkot untuk penandatangan NHPD. Ia mengharapkan paling lambat April, NHPD sudah ditandatangani.

Mantan Ketua KPU Lebak Agus Sutisna turut mengomentari terkait besaran biaya Pilkada Lebak yang direncanakan sekitar Rp72 miliar. Jika dibandingkan dengan biaya Pilkada 2013 yang hanya sekitar Rp28 miliar, kata Agus, besaran anggaran tersebut lebih dari cukup. “Tapi saya tidak tahu besaran inflasi sebagai salah satu tolok ukur perkiraan kelayakan anggaran,” katanya.

Sementara, sejumlah PAC PDIP di Lebak menginginkan agar Ade Sumardi dan Hasbi Asyidiki Jayabaya maju pada pilkada sebagai calon bupati dan wakil bupati.

Ketua PAC Cibadak, Badriyu-din mengatakan, berdasarkan aspirasi atau suara dari akar rumput sangat mengharapkan agar Ade Sumardi dan Hasbi Asyidiki Jayabaya selaku kader terbaik di PDIP maju berpasangan pada Pilkada 2018.

Kedua figur tersebut, kata dia, dinilai pantas dan cocok saling berdampingan, karena kredibi-tas, kapabalitas serta polularitas keduannya sudah tidak diragukan lagi. “Sejauh ini belum ada kader terbaik partai selain Pak Ade dan Hasbi yang layak diusung. Mereka sangat cocok berdampingan,” katanya, Minggu (5/3).

Menurut dia, jika melihat kursi DPRD Lebak, telah memenuhi syarat sesuai peraturan KPU, sehingga tidak perlu melakukan koalisi dengan partai lain. Kendati demikian, keputusan mengenai pencalonan dikembalikan lagi kepada keputusan partai. “Ini kan hanya sebatas dorongan dari akar rumput, tetapi keputusannnya nanti ada di partai,” katanya.

Senada dengan Badriyudin, Ketua PAC PDIP Warunggunung Asep mengatakan, suara akar rumput memang mengharapkan agar Ade dan Hasbi berpasangan pada pilkada. Kedua sosok tersebut dinilai tepat untuk berdampingan, karena merupakan kader terbaik partai. “Kami harap Pak Ade dan Hasbi bisa berpasangan dalam pilkada nanti,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah partai dikabarkan sudah mulai menjalin komunikasi politik mempersiapkan kandidat yang akan meramaikan bursa pilkada. Ketua DPD PKS Lebak, Dian Wahyudin mengaku, sejauh ini PKS menjalin komunikasi dan siap mendorong calon yang mau berbuat dan memajukan Lebak, (rus/sep/ned/aep/dm/bnn)