Published On: Fri, Aug 5th, 2016

PKNI: Stop Kriminalisasi Haris Azhar!

Johanes Chandra Ekajaya

Dilaporkannya Haris Azhar ke Polisi terkait pencemaran nama baik oleh TNI dan BNN, berhasil menyita perhatian publik. Organisasi Persaudaaraan Korban Napza Indonesia (KPNI) bahkan mendesak pemerintah untuk menghentikan aksi kriminalisasi yang dilakukan oleh dua instansi tersebut. Sebab, menurutnya Haris hanya ingin mengungkapkan fakta dibalik cerita almarhum Freddy Budiman mengenai instansi pemerintah yang terlibat dalam bisnis narkoba.

Totok Yulianto selaku Koordinator Advokasi dari PKNI menyatakan jika seharusnya pemerintah bisa bergerak dalam menghentikan upaya kirminalisasi bagi pihak yang ingin membantu negara dalam memberantas narkoba. Atas laporan yang dilayangkan oleh BNN dan TNI kepada Haris Azhar, tentunya pihak PKNI mendesak agar pemerintah bisa bergerak untuk memberikan keadilan.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, di tahun 2014 silam Haris Azhar pernah berdiskusi langsung dengan gembong narkoba Freddy Budiman. Dari diskusi tersebut, Freddy mengungkapkan jika ia membagian sejumlah uang kepada beberapa instansi pemerintah demi memuluskan bisnis narkobanya. Kepada oknum BNN, Freddy mengaku memberi uang hingga Rp. 450 miliar. Sedangkan untuk oknum anggota Polri, Freddy Budiman mengaku memberikan uang senilai Rp. 90 miliar.

Tidak hanya itu saja, kepada Haris Azhar, Freddy Budiman juga mengaku pernah difasilitasi oleh seorang jenderal bintang dua ketika ia mengirimkan narkoba dari Sumatera. Lebih dari itu, Freddy nahkan mengaku sang Jendral tersebut duduk di sebelahnya untuk menemani perjalanan dari Medan menuju Jakarta.